Internasional

Hari Ke-11 ILC 114: Delegasi Pekerja Indonesia Mulai Beradaptasi dengan Budaya, Bahasa, dan Aturan di Jenewa Swiss

16
×

Hari Ke-11 ILC 114: Delegasi Pekerja Indonesia Mulai Beradaptasi dengan Budaya, Bahasa, dan Aturan di Jenewa Swiss

Sebarkan artikel ini

Memasuki hari ke-11 pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session 114 di Jenewa, Swiss, para delegasi pekerja Indonesia semakin menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan budaya, bahasa, serta berbagai aturan dan tata kehidupan masyarakat Swiss yang terkenal disiplin, tertib, dan menghargai kepentingan publik

berpose dengan delegasi Negara lain (Foto Dewa sukma)

Jenewa, Swiss, 11 Juni 2026 – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session 114 di Jenewa, Swiss, para delegasi pekerja Indonesia semakin menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan budaya, bahasa, serta berbagai aturan dan tata kehidupan masyarakat Swiss yang terkenal disiplin, tertib, dan menghargai kepentingan publik.

Selesai berdiskusi perihal ketenagakerjaan perwakilan buruh Indonesia berpose bersama dengan Delegasi buruh Negara lainnya

Selain aktif mengikuti sidang dan pembahasan berbagai agenda ketenagakerjaan internasional, para delegasi juga mempelajari kebiasaan masyarakat Jenewa yang sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu, kebersihan lingkungan, ketenangan di ruang publik, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Beberapa aturan yang menjadi perhatian para delegasi antara lain larangan membuang sampah sembarangan, kewajiban mematuhi rambu lalu lintas termasuk bagi pejalan kaki, larangan membuat kebisingan yang mengganggu ketertiban umum, serta kewajiban menggunakan fasilitas umum secara tertib dan bertanggung jawab. Masyarakat Swiss juga sangat menghargai budaya antre, menjaga privasi orang lain, dan mematuhi aturan transportasi umum.

BACA JUGA:  Ratusan TKI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia Lewat Batam, Didominasi Asal Jawa dan NTB

Seiring semakin lamanya berada di Jenewa, para delegasi Indonesia juga mulai memahami dan menggunakan beberapa ungkapan dasar dalam Bahasa Prancis, yang merupakan bahasa utama yang digunakan masyarakat Jenewa. Meskipun banyak warga yang memahami Bahasa Inggris, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat lebih sering menggunakan Bahasa Prancis.

Beberapa ungkapan yang kini mulai akrab digunakan para delegasi antara lain Bonjour (Halo/Selamat pagi), Comment allez-vous? (Apa kabar?), Excusez-moi (Permisi), Merci (Terima kasih), Merci beaucoup (Terima kasih banyak), dan Au revoir (Sampai jumpa). Penguasaan ungkapan sederhana tersebut membantu para delegasi dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat maupun peserta konferensi dari berbagai negara.

bertukar bahasa dan budaya para delegasi buruh saling berbagi dan bercengkrama dengan bahasa negara masing masing untuk di kenalkan sesama Delegasi Buruh se Dunia

Selain memperkaya pemahaman terhadap Bahasa Prancis, para delegasi Indonesia juga semakin terasah kemampuan berbahasa internasional, khususnya Bahasa Inggris, yang menjadi sarana utama komunikasi dalam berbagai sidang, pertemuan bilateral, diskusi komite, maupun kegiatan informal di sela-sela konferensi. Kemampuan berkomunikasi lintas budaya ini menjadi modal penting dalam membangun jejaring internasional dan memperluas wawasan mengenai berbagai isu ketenagakerjaan global.

BACA JUGA:  PLN Batam dan Equator Gate System Perkuat Ekosistem Digital melalui Pembangunan Data Center di Bata

Forum ILC yang dihadiri oleh delegasi dari 187 negara anggota ILO memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi delegasi Indonesia untuk bertukar pengalaman, membangun hubungan persahabatan, serta memperkuat jaringan kerja sama dengan sesama delegasi pekerja, pemerintah, dan pengusaha dari berbagai belahan dunia.

Salah seorang delegasi pekerja Indonesia dari unsur KSPSI Jumhur, Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn, yang juga dosen Universitas Pamulang (UNPAM) Serang, Banten, serta mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti ILC tidak hanya menambah pengetahuan mengenai ketenagakerjaan internasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi global.

“Selain memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia di forum ILO, kami juga memperoleh pengalaman berharga dalam berkomunikasi dengan ratusan delegasi dari berbagai negara. Sedikit demi sedikit kemampuan bahasa internasional semakin terasah, jaringan persahabatan semakin luas, dan wawasan mengenai dunia kerja global semakin berkembang. Ini menjadi bekal penting untuk membawa praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia,” ujar Dewa.

BACA JUGA:  Buruh Asal Klaten Kayuh Sepeda ke Makkah Demi Umrah

Menurutnya, adaptasi terhadap budaya lokal, pemahaman bahasa, serta kemampuan membangun komunikasi lintas negara merupakan bagian penting dari diplomasi ketenagakerjaan internasional yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan dunia kerja global.

Menjelang berakhirnya rangkaian ILC Session 114, delegasi pekerja Indonesia terus mengikuti berbagai sidang komite dan pertemuan strategis yang membahas masa depan dunia kerja, perlindungan pekerja, pengembangan keterampilan, serta tantangan ketenagakerjaan di era transformasi digital. Delegasi Indonesia diharapkan kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman, rekomendasi, serta hasil-hasil konvensi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat dialog sosial tripartit, dan mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, produktif, serta berkeadilan di Indonesia.(obn)