Internasional

Gelombang PHK Hantam Raksasa Teknologi, TikTok Tutup Kantor di Nashville dan Pangkas Seluruh Karyawan Lokal

63
×

Gelombang PHK Hantam Raksasa Teknologi, TikTok Tutup Kantor di Nashville dan Pangkas Seluruh Karyawan Lokal

Sebarkan artikel ini

Layoff Wave Hits Tech Giants: TikTok Shuts Down Nashville Office and Lays Off Entire Local Workforce

ILUSTRASI- Tik Tok tutup di Nashville

NASHVILLE, AS – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantam industri teknologi global. Kali ini, TikTok mengumumkan penutupan kantor operasionalnya di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis global yang dilakukan perusahaan.

Keputusan tersebut berdampak langsung pada seluruh karyawan lokal di kantor Nashville yang akan terkena PHK. Langkah ini cukup mengejutkan karena baru sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada April 2024, TikTok menandatangani kontrak sewa ruang perkantoran seluas sekitar 13.000 meter persegi di kawasan prestisius Music Row.

Saat itu, transaksi tersebut tercatat sebagai salah satu penyewaan properti komersial terbesar di Nashville sepanjang tahun 2024 dan bahkan memperluas kapasitas kantor TikTok hingga tiga kali lipat dibandingkan lokasi sebelumnya.

BACA JUGA:  Buruh Hyundai Korea Selatan Mogok Kerja, Tolak Rencana Penggunaan 25.000 Robot Humanoid

Dalam pernyataan resminya kepada The Tennessean, juru bicara TikTok USDS Joint Venture menjelaskan bahwa penutupan kantor merupakan bagian dari upaya perusahaan menyederhanakan operasional secara global.

“Kami telah memutuskan untuk menutup kantor Nashville demi menyederhanakan operasional dan menyelaraskan tim untuk pertumbuhan jangka panjang,” ujar juru bicara TikTok USDS Joint Venture.

Perusahaan juga menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan mengurangi komitmennya dalam memberikan layanan kepada para pengguna di Amerika Serikat.

“Kami tetap berkomitmen penuh untuk menyediakan pengalaman yang aman dan positif bagi 200 juta pengguna kami di Amerika Serikat,” lanjut pernyataan tersebut.

Ekspansi Besar Berujung Efisiensi

Sebelum memutuskan membuka kantor yang lebih besar, TikTok memilih Nashville karena dianggap sebagai pusat industri kreatif dan musik di Amerika Serikat. Lokasi tersebut berdekatan dengan sejumlah agensi musik ternama seperti Iffert Media, Innovo Management, dan Alchemy Artist Services. Sebelumnya, TikTok telah beroperasi di kota itu dengan menyewa beberapa lantai di gedung WeWork.

BACA JUGA:  TikTok Bantah Isu PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, Akui Lakukan Penyesuaian Organisasi

Penutupan kantor Nashville terjadi di tengah ekspansi besar-besaran TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, yang sepanjang 2024 membuka berbagai kantor baru di sejumlah pusat ekonomi Amerika Serikat, termasuk Silicon Valley, Seattle, Texas, New York, dan Los Angeles.

Dibayangi Tekanan Politik dan Isu Keamanan Nasional

Di balik ekspansi bisnisnya, TikTok terus menghadapi tekanan politik di Amerika Serikat. Kehadirannya di Nashville sempat menuai penolakan dari Senator Tennessee, Marsha Blackburn, yang berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa aplikasi berbagi video tersebut berpotensi mengancam keamanan nasional karena dimiliki oleh perusahaan asal China.

Sebagai respons terhadap tuntutan pemerintah Amerika Serikat, TikTok melakukan restrukturisasi operasional dengan membentuk entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture, yang melibatkan investor asal Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menilai operasional TikTok di AS perlu dipisahkan dari kendali langsung perusahaan induknya, ByteDance, demi mengurangi risiko keamanan nasional.

BACA JUGA:  Tanda Pekerja Manusia Makin Tergeser, Argentina Siapkan Aturan Perusahaan yang Dijalankan AI

Penutupan kantor Nashville menjadi sinyal bahwa industri teknologi masih menghadapi tantangan besar, mulai dari perlambatan bisnis, efisiensi operasional, hingga tekanan geopolitik yang semakin memengaruhi strategi investasi dan ekspansi perusahaan global.

(Sumber : CBNC indonesia)