BATAM – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAPOR LEM Kepulauan Riau (Kepri) menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi, menyelaraskan program kerja, sekaligus menyiapkan kader penerus perjuangan FSP LEM SPSI.
Perwakilan DPP FSP LEM SPSI, Andi Mulyadi, menegaskan bahwa Rakorda tidak sekadar menjadi forum menyusun agenda organisasi.
Lebih jauh, forum tersebut harus mampu memastikan seluruh program BAPOR berjalan searah dengan agenda yang telah disusun DPD FSP LEM SPSI Kepri.
Menurut Andi, keselarasan program sangat penting agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif dan tidak terjadi tumpang tindih antarbagian organisasi.
“Rapat koordinasi BAPOR LEM adalah menyusun program kerja dan agenda-agenda kerja. Mudah-mudahan program kerjanya linier dengan apa yang sudah diprogramkan oleh DPD, supaya tidak benturan,” kata Andi dalam sambutannya pada Rakorda BAPOR FSP LEM Kepri, Senin (11/8/2026) malam.
Andi menambahkan, BAPOR memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
Karena itu, keberadaan BAPOR tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaksana tugas organisasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan dan penguatan kader.
Para anggota BAPOR, lanjutnya, harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab organisasi.
Selain itu, jiwa korsa, nilai-nilai perjuangan, serta komitmen menjaga marwah dan panji-panji FSP LEM SPSI juga harus terus ditanamkan.
“Mudah-mudahan dengan Rakorda BAPOR ini, kawan-kawan bisa berkelanjutan, seiring sejalan, selaras dan linier dengan program DPD,” ujarnya.
Kaderisasi Jadi Kunci Keberlanjutan Organisasi
Hal senada disampaikan perwakilan Kornas BAPOR LEM, Ndan Juhur Zulkarnain. Menurutnya, masa depan organisasi sangat bergantung pada kemampuan dalam menyiapkan kader yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan perjuangan organisasi.
Juhur menilai BAPOR LEM Kepri memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Salah satu modal tersebut adalah kepemimpinan Saiful Badri Sofyan yang dinilainya mampu mendorong kemajuan organisasi.
Namun, menurut Juhur, kepemimpinan saja belum cukup. Kaderisasi harus berjalan beriringan dengan koordinasi yang kuat serta program kerja yang terarah dan berkelanjutan.
“Optimalisasi peran BAPOR melalui koordinasi yang terarah, efektif dan berkelanjutan tidak terlepas dari kaderisasi. Tanpa kaderisasi yang berkelanjutan, terarah, efektif dan berkesinambungan, organisasi akan sulit mempersiapkan generasi penerus,” jelasnya.
Ia menekankan, kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap program BAPOR harus mampu menjadi ruang pembelajaran bagi anggota agar mereka memiliki pengalaman, kapasitas, dan keberanian untuk mengambil peran lebih besar dalam organisasi.
Dengan demikian, BAPOR tidak hanya mampu menjawab kebutuhan organisasi saat ini, tetapi juga memiliki kader-kader yang siap menerima estafet perjuangan di masa depan.
Juhur berharap Rakorda BAPOR LEM Kepri menghasilkan program kerja yang realistis, terarah, dan berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BAPOR dalam menghadapi dinamika organisasi di Provinsi Kepulauan Riau.
Rakorda juga menjadi momentum penting dengan dilantiknya kepengurusan BAPOR LEM Provinsi Kepulauan Riau oleh Kornas BAPOR LEM.
Dengan program yang semakin selaras, koordinasi yang semakin kuat, jiwa korsa yang terjaga, serta kaderisasi yang berkesinambungan, BAPOR LEM Kepri diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan strategis dalam menjaga keberlangsungan dan memperkuat perjuangan FSP LEM SPSI di masa mendatang. (heri)











