Internasional

Mengenal Komite Aplikasi Standar ILO (CAS): “Rapor Dunia” bagi Negara dalam Menjalankan Hak-Hak Pekerja

36
×

Mengenal Komite Aplikasi Standar ILO (CAS): “Rapor Dunia” bagi Negara dalam Menjalankan Hak-Hak Pekerja

Sebarkan artikel ini

Sejak ILO berdiri pada tahun 1919, organisasi ini tidak hanya membuat standar ketenagakerjaan internasional berupa Konvensi dan Rekomendasi, tetapi juga membangun sistem untuk memastikan standar tersebut benar-benar dilaksanakan oleh negara anggotanya.Delegasi FSP LEM SPSI pada Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114, Jenewa, Swiss

Delegasi dari unsur buruh Indonesia Sedang mengikuti sidang di ILO Jenewa Swiss

Saat ini 4/6/2026, dari tanggal 1 Juni hingga 12 Juni 2026, berlangsung Sidang ke-114 Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) di Jenewa, Swiss. Salah satu komite yang paling penting dan selalu menjadi perhatian dunia perburuhan internasional adalah Committee on the Application of Standards (CAS) atau Komite Aplikasi Standar ILO.

Bagi banyak aktivis serikat pekerja, CAS sering disebut sebagai “ruang rapor internasional” bagi negara-negara anggota ILO. Di sinilah dunia menilai apakah suatu negara benar-benar menjalankan komitmennya terhadap hak-hak pekerja atau hanya sekadar meratifikasi konvensi di atas kertas.

Mengapa CAS Dibentuk?

Sejak ILO berdiri pada tahun 1919, organisasi ini tidak hanya membuat standar ketenagakerjaan internasional berupa Konvensi dan Rekomendasi, tetapi juga membangun sistem untuk memastikan standar tersebut benar-benar dilaksanakan oleh negara anggotanya.

Ketika sebuah negara meratifikasi Konvensi ILO, negara tersebut secara sukarela berjanji untuk menyesuaikan peraturan, kebijakan, dan praktik ketenagakerjaannya dengan isi konvensi tersebut. Namun pertanyaannya, siapa yang mengawasi pelaksanaannya?

Di sinilah peran CAS menjadi sangat penting.

CAS merupakan bagian dari sistem pengawasan standar ketenagakerjaan ILO yang bertugas menilai apakah negara-negara anggota telah melaksanakan kewajiban yang timbul dari konvensi yang mereka ratifikasi.

Apa Itu CAS?

Committee on the Application of Standards (CAS) adalah komite tetap dalam sidang tahunan ILO yang membahas penerapan standar ketenagakerjaan internasional oleh negara-negara anggota.

Yang membuat CAS unik adalah sifatnya yang tripartit, yaitu melibatkan tiga unsur sekaligus yaitu Pemerintah, Organisasi pekerja atau serikat pekerja, Organisasi pengusaha.

BACA JUGA:  Hari Ke-11 ILC 114: Delegasi Pekerja Indonesia Mulai Beradaptasi dengan Budaya, Bahasa, dan Aturan di Jenewa Swiss

Karena itu pembahasan di CAS tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga mendengarkan langsung pandangan serikat pekerja dan organisasi pengusaha.

Perlu dipahami bahwa CAS bukanlah pengadilan internasional. CAS tidak menjatuhkan hukuman atau sanksi kepada negara. Fungsi utamanya adalah melakukan evaluasi terbuka, memberikan rekomendasi, dan mendorong perbaikan melalui dialog sosial.

Bagaimana Sebuah Kasus Masuk ke CAS?

Sebelum dibahas di CAS, laporan negara terlebih dahulu diperiksa oleh badan ahli independen ILO yang disebut Committee of Experts on the Application of Conventions and Recommendations (CEACR).

Para ahli ini memeriksa Undang-undang nasional, Kebijakan pemerintah, Putusan pengadilan, Laporan serikat pekerja, Laporan organisasi pengusaha, Laporan resmi pemerintah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, CEACR menerbitkan observasi dan rekomendasi. Temuan-temuan penting kemudian dibawa ke sidang CAS untuk dibahas secara terbuka oleh pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Dalam sidang tersebut, Pemerintah menjelaskan situasi yang terjadi, Serikat pekerja menyampaikan fakta dan kondisi di lapangan, Organisasi pengusaha memberikan pandangan dari sisi dunia usaha, Negara anggota lain dapat memberikan komentar dan rekomendasi.

Inilah salah satu bentuk pengawasan internasional yang paling transparan dalam dunia ketenagakerjaan.

Apa Saja yang Dibahas di CAS?

Banyak isu penting yang menjadi perhatian CAS setiap tahunnya, Di antaranya:

  1. Kebebasan Berserikat

Apakah pekerja benar-benar bebas membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja tanpa intimidasi atau diskriminasi?

  1. Hak Berunding Bersama

Apakah pekerja memiliki kesempatan untuk berunding secara kolektif dengan pengusaha mengenai upah dan syarat kerja?

  1. Kerja Paksa
BACA JUGA:  Delegasi Buruh Indonesia di ILC 114 Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

Apakah masih terdapat praktik kerja paksa atau bentuk-bentuk eksploitasi tenaga kerja?

  1. Penghapusan Pekerja Anak

Apakah negara telah mengambil langkah nyata untuk menghapus pekerja anak?

  1. Diskriminasi di Tempat Kerja

Apakah pekerja diperlakukan setara tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, agama, ras, atau alasan lainnya?

  1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Apakah pekerja memperoleh perlindungan yang memadai dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja?

  1. Perlindungan Upah dan Jam Kerja

Apakah pekerja menerima upah yang layak dan jam kerja yang sesuai dengan standar internasional?

  1. Perlindungan Pekerja Migran

Apakah hak-hak pekerja migran dihormati dan dilindungi?

Mengapa CAS Penting bagi Buruh Indonesia?

Bagi gerakan serikat pekerja, CAS menjadi forum internasional yang sangat strategis. Melalui mekanisme ini, suara pekerja tidak hanya didengar di tingkat nasional tetapi juga dapat disampaikan kepada komunitas internasional.

Ketika terdapat persoalan serius terkait pelaksanaan standar ketenagakerjaan, serikat pekerja dapat memberikan informasi kepada mekanisme pengawasan ILO sehingga kondisi yang terjadi dapat menjadi perhatian dunia internasional.

Karena itu hasil-hasil pembahasan CAS sering menjadi rujukan bagi Pemerintah, Serikat pekerja, Organisasi pengusaha, Investor, Akademisi, Organisasi internasional.

Apakah CAS Bisa Menghukum Negara?

Jawabannya tidak, CAS tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi.

Namun kekuatan CAS terletak pada, Akuntabilitas publik, Transparansi internasional, Tekanan moral, Reputasi negara di mata dunia.

Dalam beberapa kasus yang dianggap sangat serius, CAS dapat memasukkan suatu negara ke dalam Special Paragraph, yaitu bentuk perhatian khusus dalam laporan resmi komite.

BACA JUGA:  Hari Kelima ILC 114, Delegasi Pekerja KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa

Walaupun bukan sanksi, langkah tersebut biasanya dipandang sebagai sinyal kuat bahwa dunia internasional memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang terjadi.

Pendekatan CAS: Bukan Menghukum, tetapi Memperbaiki, Tujuan utama CAS bukan mencari kesalahan negara. Sebaliknya, CAS mendorong:

Dialog sosial yang konstruktif, Perbaikan regulasi ketenagakerjaan, Penguatan institusi ketenagakerjaan, Bantuan teknis dari ILO, Peningkatan kapasitas pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha.

Dengan kata lain, pendekatan CAS adalah membantu negara memperbaiki pelaksanaan standar ketenagakerjaan agar hak-hak pekerja dapat terlindungi secara lebih baik.

Penutup

Komite Aplikasi Standar ILO (CAS) merupakan salah satu pilar terpenting dalam sistem pengawasan ketenagakerjaan internasional.

Melalui forum tripartit yang melibatkan pemerintah, pekerja, dan pengusaha, CAS memastikan bahwa Konvensi ILO tidak hanya menjadi dokumen yang ditandatangani, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.

Bagi kaum pekerja dan aktivis serikat pekerja, memahami CAS berarti memahami bagaimana hak-hak pekerja diawasi dan diperjuangkan di tingkat internasional.

Karena itu, mengenal CAS bukan hanya penting bagi pengurus serikat pekerja, tetapi juga bagi kader-kader muda gerakan buruh yang kelak akan menjadi garda depan dalam memperjuangkan pekerjaan yang layak, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja di Indonesia maupun di dunia.

Catatan editor: Sidang ke-114 Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) berlangsung di Jenewa pada 1–12 Juni 2026, dan laporan CAS menjadi salah satu agenda resmi yang dibahas dan disahkan pada penutupan konferensi. (Muhamad Sidarta)