Jenewa, Swiss, 10 Juni 2026 – Delegasi Indonesia dari unsur Serikat Pekerja/Buruh yang menghadiri International Labour Conference (ILC) Session ke-114 di Jenewa, Swiss, menghadiri undangan jamuan makan malam bersama Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bali Palais Restaurante mulai pukul 18.30 hingga 20.30 waktu setempat tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan organisasi serikat pekerja/buruh dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Jamuan makan malam ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi, dukungan, serta peran aktif serikat pekerja/buruh dalam mengawal implementasi program perlindungan sosial bagi pekerja Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa serikat pekerja/buruh merupakan mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan partisipasi pekerja terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Keberhasilan program BPJS Ketenagakerjaan tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang baik dengan organisasi serikat pekerja/buruh. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk pekerja rentan dan pekerja sektor informal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto, menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar manfaat program jaminan sosial dapat dirasakan secara optimal oleh pekerja dan keluarganya.
“Jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, peran serikat pekerja sangat dibutuhkan sebagai mitra dalam memberikan edukasi, masukan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Delegasi Pekerja Indonesia, Darta Pakpahan, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang terus membuka ruang dialog dan kemitraan dengan organisasi pekerja.
“Hubungan yang harmonis antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja merupakan bagian penting dari semangat tripartit yang juga menjadi ruh dalam ILO. Kami berharap perlindungan jaminan sosial bagi pekerja Indonesia semakin luas, semakin berkualitas, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Darta Pakpahan.
Delegasi pekerja Indonesia yang hadir berasal dari berbagai konfederasi serikat pekerja dan buruh yang menjadi bagian dari delegasi Indonesia pada ILC Session 114. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia melalui sistem jaminan sosial yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewa Sukma Kelana, delegasi pekerja dari KSPSI Jumhur Hidayat, yang juga merupakan dosen Universitas Pamulang (UNPAM) Serang, Banten, serta mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Menurutnya, kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan serikat pekerja merupakan langkah penting dalam memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan sosial yang layak dan berkeadilan.
“Perlindungan jaminan sosial merupakan hak dasar pekerja yang harus terus diperkuat. Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan serikat pekerja menjadi modal penting dalam memperluas cakupan perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia,” ungkap Dewa Sukma Kelana.
Dewa Sukma Kelana menambahkan bahwa dana iuran yang dihimpun BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya berasal dari kontribusi pekerja dan pemberi kerja, sehingga manfaatnya harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta.
“Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dihimpun dari pekerja dan perusahaan harus dikembalikan manfaatnya sebesar-besarnya kepada pekerja. Selain perlindungan jaminan sosial, manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan, seperti kemudahan akses kepemilikan rumah bagi pekerja, program pembiayaan yang terjangkau, peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja, beasiswa pendidikan bagi anak pekerja, serta berbagai program lain yang memberikan nilai tambah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dewa Sukma Kelana.
Menurut Dewa, penguatan manfaat program akan semakin meningkatkan kepercayaan pekerja terhadap sistem jaminan sosial ketenagakerjaan dan mendorong perluasan kepesertaan di seluruh sektor pekerjaan.
“Semakin besar manfaat yang dirasakan pekerja, maka semakin kuat pula dukungan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan. Pada akhirnya, tujuan utama untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia dapat tercapai secara berkelanjutan,” tambahnya.
Jamuan makan malam tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mempererat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dan unsur pekerja Indonesia yang sedang mengikuti ILC Session 114 di Jenewa. Melalui semangat dialog sosial dan kerja sama tripartit, seluruh pihak berharap sistem jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia semakin kuat, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pekerja Indonesia.(obn)











