Internasional

Delegasi Indonesia pada International Labour Conference (ILC) ke-114, ILO

17
×

Delegasi Indonesia pada International Labour Conference (ILC) ke-114, ILO

Sebarkan artikel ini

penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha merupakan fondasi utama dalam memastikan seluruh komitmen ketenagakerjaan internasional dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat nasional.

Ruang sidang di gedung ILO

Jenewa, Swiss – Delegasi tripartit Indonesia menghadiri Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO). Forum ini merupakan agenda utama ketenagakerjaan global yang mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dari seluruh dunia untuk membahas arah kebijakan kerja layak (decent work), perlindungan pekerja, serta transformasi dunia kerja di tengah perubahan teknologi dan ekonomi global.

Laporan ini disampaikan oleh Muhamad Sidarta, Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (FSP LEM SPSI) sebagai bagian dari delegasi Indonesia.

Pernyataan Utama Delegasi Indonesia

Dalam pidatonya, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia menegaskan bahwa penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha merupakan fondasi utama dalam memastikan seluruh komitmen ketenagakerjaan internasional dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat nasional.

BACA JUGA:  Samsung Terancam Lumpuh! Ribuan Pekerja Bersiap Mogok Mulai 21 Mei

Pendekatan tripartit tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta memastikan terciptanya pekerjaan yang layak, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

bersama Menaker Bapak Yassierli di luar gedung ILO setelah sampaikan pidatonya

Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan

Indonesia menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dipahami sebagai augmented intelligence, yaitu teknologi yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat dalam transformasi digital (human-centered development), sehingga perkembangan teknologi diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, serta perlindungan bagi pekerja di seluruh sektor ekonomi.

Penguatan Keterampilan dan Penciptaan Lapangan Kerja

Dalam menghadapi perubahan struktur pasar kerja global, Indonesia menekankan pentingnya penguatan keterampilan tenaga kerja melalui program magang nasional, pelatihan vokasi (vocational training), serta penyelarasan antara sistem pendidikan dan kebutuhan industri (link and match).

BACA JUGA:  Ratusan TKI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia Lewat Batam, Didominasi Asal Jawa dan NTB

Langkah ini ditujukan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

Ekonomi Platform dan Dialog Sosial

Indonesia juga menyoroti perkembangan ekonomi platform (platform economy) yang telah mengubah pola hubungan kerja secara signifikan di berbagai negara.

Dalam konteks ini, pemerintah menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja digital serta penguatan mekanisme dialog sosial tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Pendekatan ini menjadi instrumen penting untuk memastikan transformasi digital dalam dunia kerja berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Solidaritas Internasional dan Isu Kemanusiaan

Indonesia menyampaikan komitmen solidaritas internasional terhadap isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap program tanggap darurat International Labour Organization (ILO) bagi pekerja di wilayah konflik.

BACA JUGA:  Dunia Sedang Menentukan Nasib Pekerja Platform, Indonesia Ada di Garis Depan Perjuangan

Sikap ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan solidaritas global dalam kerangka hubungan ketenagakerjaan internasional.

Penutup

Delegasi Indonesia menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam International Labour Conference ke-114 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Indonesia untuk memperkuat kerja sama global di bidang ketenagakerjaan.

Melalui pendekatan tripartit dan prinsip keadilan sosial, Indonesia berupaya memastikan bahwa transformasi dunia kerja global tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan pekerjaan yang layak, manusiawi, dan berkeadilan bagi semua.(M.Sidarta)