Nasional

Kongres II SBNI: Buruh Diajak Ambil Peran dalam Mewujudkan Industri Hijau dan Berkelanjutan

328
×

Kongres II SBNI: Buruh Diajak Ambil Peran dalam Mewujudkan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

SBNI 2nd Congress Highlights Workers' Role in Creating a Green and Sustainable Industry

Menteri Jumhur saat membuka Kongres II Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) di Kantor Pusat SBNI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (1272026)-yogyapos.com

JAKARTA – Upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan pekerja. Pesan tersebut mengemuka dalam Kongres II Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) yang digelar di Kantor Pusat SBNI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026), dengan menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat.

Dalam sambutannya saat membuka kongres, Jumhur menegaskan bahwa organisasi buruh memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program perlindungan dan pemulihan lingkungan. Menurutnya, para pekerja merupakan bagian penting dari aktivitas industri sehingga memiliki peran besar dalam mendorong perusahaan menjalankan operasional yang sesuai dengan ketentuan dan standar lingkungan hidup.

Jumhur menilai transformasi kawasan industri menuju kawasan yang lebih hijau harus menjadi agenda bersama. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pengelolaan limbah, pengendalian emisi, serta penerapan berbagai standar lingkungan sebagai langkah mendasar untuk menciptakan industri yang berdaya saing tanpa mengabaikan kelestarian alam.

BACA JUGA:  Kemenko IPK: Integrasi KAI dan INKA Perkuat Ekosistem Perkeretaapian Nasional

“Saya melihat ada korelasi yang sangat kuat antara gerakan buruh dan agenda pelestarian lingkungan. Kawasan industri harus menjadi kawasan hijau dan seluruh perusahaan wajib mematuhi ketentuan lingkungan agar tidak lagi menimbulkan pencemaran udara maupun limbah,” ujar Jumhur.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan budaya Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) di setiap perusahaan. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan sehat akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja sekaligus mengurangi berbagai risiko yang dapat merugikan pekerja maupun perusahaan.

“Keberhasilan program lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pekerja dan dunia usaha,” ujar Jumhur.

Ia menambahkan, pemerintah akan mengoordinasikan berbagai sumber daya yang tersedia untuk mendukung program pemulihan lingkungan, mulai dari pendanaan melalui anggaran negara, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga dukungan lembaga filantropi. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan upaya pelestarian lingkungan berjalan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Perusahaan Garmen di Semarang Diambang Penutupan, 800 Pekerja Terancam PHK

Sementara itu, Ketua Umum SBNI, Adv. Wagimun, SH., C.P.M., menyebut Kongres II menjadi momentum penting bagi organisasi untuk merumuskan arah perjuangan lima tahun ke depan. Kongres ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan organisasi sejak berdiri pada 9 Juli 2021.

Sekitar 300 peserta dari jajaran pengurus pusat dan daerah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka membahas penguatan organisasi serta penyusunan berbagai program strategis yang dinilai relevan dengan perkembangan dunia ketenagakerjaan saat ini.

Menurut Wagimun, SBNI mendukung berbagai program pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja dan pelestarian lingkungan bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan harus diwujudkan secara bersamaan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA:  DPR Mulai Bahas RUU Ketenagakerjaan Baru, Atur Ulang Soal Upah, PHK, hingga Outsourcing

“Kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan seiring. Dunia industri yang maju adalah industri yang produktif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” katanya.

Kongres II SBNI pun menjadi momentum memperkuat komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi buruh untuk membangun sektor industri yang tidak hanya produktif dan kompetitif, tetapi juga mampu menjaga kualitas lingkungan hidup sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Sumber: yogyapos.com)