Internasional

Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Terbesar, Hingga 100 Ribu Pekerja Terancam PHK

89
×

Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Terbesar, Hingga 100 Ribu Pekerja Terancam PHK

Sebarkan artikel ini

Volkswagen Prepares Largest Restructuring, Threatening Up to 100,000 Workers

ilustrasi: Pabrik mobil Volkswagen

JERMAN – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), dikabarkan tengah menyiapkan langkah restrukturisasi terbesar dalam sejarah perusahaan yang berpotensi berdampak pada sekitar 100.000 pekerja di seluruh dunia.

Mengutip laporan Reuters, anggota dewan pengawas Volkswagen telah diberi informasi mengenai rencana tersebut. Pembahasannya dijadwalkan berlangsung dalam rapat dewan pada 9 Juli mendatang.

Langkah drastis itu diambil di tengah tekanan yang semakin berat yang dihadapi perusahaan. Volkswagen harus bersaing ketat dengan produsen mobil asal China yang semakin agresif di pasar global, menghadapi tarif impor kendaraan yang tinggi ke Amerika Serikat, serta mengalami penurunan permintaan kendaraan di pasar Eropa. Kondisi tersebut dinilai membuat model bisnis perusahaan saat ini tidak lagi berkelanjutan.

BACA JUGA:  Buruh Indonesia Perjuangkan Pekerja Platform di Konferensi ILO Jenewa

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, Volkswagen mempertimbangkan penutupan empat fasilitas produksi, yakni pabrik di Hanover, Zwickau, Emden, serta pabrik Audi di Neckarsulm.

Jika rencana itu direalisasikan, lebih dari 45.000 pekerjaan akan terdampak. Jumlah tersebut akan menambah sekitar 50.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebelumnya telah direncanakan perusahaan, sehingga total pekerja yang berpotensi kehilangan pekerjaan mencapai sekitar 100.000 orang.

Secara keseluruhan, langkah tersebut akan menjadi restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif modern, baik dari sisi jumlah pekerja yang terdampak maupun penutupan fasilitas produksi.

Skala restrukturisasi Volkswagen bahkan disebut sebanding dengan langkah yang pernah dilakukan General Motors (GM) menjelang dan selama proses kebangkrutannya pada 2009. Saat itu, GM juga melakukan efisiensi besar-besaran setelah sebelumnya memangkas sekitar 74.000 pekerjaan dalam kurun empat tahun pada awal dekade 1990-an, serta menutup atau menghentikan sementara operasional 21 pabrik.

BACA JUGA:  Ratusan TKI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia Lewat Batam, Didominasi Asal Jawa dan NTB

CEO Volkswagen, Oliver Blume, disebut telah mempresentasikan rencana restrukturisasi tersebut kepada jajaran eksekutif senior pada awal pekan ini. Tujuannya adalah memperoleh dukungan internal sebelum proposal tersebut dibawa ke tingkat dewan pengawas.

Namun, rencana tersebut diperkirakan akan menghadapi penolakan keras dari serikat pekerja yang memiliki pengaruh kuat di Volkswagen, serta pemerintah negara bagian Lower Saxony yang merupakan pemegang saham terbesar kedua perusahaan.

Apabila disetujui, restrukturisasi ini diperkirakan akan menjadi salah satu perombakan paling signifikan dalam sejarah industri otomotif global, sekaligus mencerminkan besarnya tekanan yang tengah dihadapi produsen mobil tradisional dalam menghadapi persaingan baru, perubahan teknologi, dan melemahnya permintaan pasar. (Sumber: Reuters) @kg_krd

BACA JUGA:  SPSI ikut memeperingati hari lingkungan hidup Sedunia di BUPERTA Cibubur