Internasional

British American Tobacco (BAT) Pangkas 5.500 Pekerja Global, Percepat Transformasi Digital dan AI

51
×

British American Tobacco (BAT) Pangkas 5.500 Pekerja Global, Percepat Transformasi Digital dan AI

Sebarkan artikel ini

British American Tobacco (BAT) is cutting 5,500 jobs globally, accelerating its digital transformation and AI efforts.

British American Tobacco (BAT) - Reuters

AMERIKA – Perusahaan tembakau multinasional British American Tobacco (BAT) mengumumkan akan memangkas hampir seperlima tenaga kerjanya di seluruh dunia sebagai bagian dari program efisiensi besar-besaran. Langkah tersebut dilakukan seiring transformasi perusahaan menuju model bisnis yang lebih digital dan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dalam kebijakan tersebut, BAT akan menghapus sekitar 5.500 posisi kerja serta mengalihdayakan (outsourcing) 3.500 posisi lainnya. Perusahaan yang memproduksi merek rokok Lucky Strike dan Dunhill itu tidak merinci negara mana saja yang terdampak, namun menegaskan bahwa operasional di Amerika Serikat tidak akan terkena pemangkasan.

BAT sebelumnya telah mengumumkan rencana penghematan biaya pada awal tahun ini sebagai bagian dari strategi menjadikan perusahaan lebih efisien, digital, dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi AI.

BACA JUGA:  Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Buruh Harian Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Ambil Rapor Anak

Langkah restrukturisasi ini dilakukan di tengah terus menurunnya penjualan rokok konvensional. Perubahan perilaku konsumen yang beralih ke produk alternatif seperti rokok elektronik (vape) dan kantong nikotin memaksa perusahaan-perusahaan tembakau mengubah strategi bisnis mereka.

BAT sendiri telah mengalihkan fokus pengembangan bisnis ke produk generasi baru, termasuk vape Vuse dan kantong nikotin Velo, sebagai mesin pertumbuhan masa depan. Namun, penjualan dan margin keuntungan dari produk-produk tersebut masih belum memenuhi harapan dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan juga menghadapi tantangan regulasi, khususnya di Amerika Serikat. Otoritas setempat dinilai memperketat proses persetujuan lisensi bagi produk vape baru, sehingga memperlambat peluncuran produk resmi ke pasar.

Menurut BAT, kondisi tersebut justru membuka ruang bagi masuknya produk-produk ilegal, terutama yang berasal dari Tiongkok, sehingga menggerus penjualan dan pangsa pasar perusahaan.

BACA JUGA:  Buruh Hyundai Korea Selatan Mogok Kerja, Tolak Rencana Penggunaan 25.000 Robot Humanoid

Kepala Pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, mengatakan industri tembakau saat ini menghadapi masa transisi yang tidak mudah.

“Industri tembakau mendapati transisi dari rokok ke produk generasi berikutnya berjalan lambat. Vaping kini sudah umum, namun produsen menghadapi tantangan kondisi pasar yang disebabkan oleh maraknya produk ilegal,” ujarnya.

BAT menyatakan proses pemutusan hubungan kerja telah dimulai dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk menekan biaya operasional sekaligus mempercepat transformasi bisnis di tengah perubahan tren konsumsi dan ketatnya persaingan di pasar produk tembakau alternatif. (Sumber : BBC)