Nasional

Warga Cilincing Keluhkan Bau Menyengat Diduga Berasal dari Pabrik Minyak, Berharap Ada Mediasi dengan Pemerintah

138
×

Warga Cilincing Keluhkan Bau Menyengat Diduga Berasal dari Pabrik Minyak, Berharap Ada Mediasi dengan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Cilincing Residents Complain of Pungent Odor Allegedly from Oil Plant, Call for Government-Mediated Talks

Pabrik minyak di Cilincing, Jakarta Utara yang diduga mengeluarkan bau menyengat - kompas.com

JAKARTA– Sejumlah warga di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari sebuah pabrik pengolahan minyak di Jalan Sungai Landak, tepatnya di samping Kali Cakung Drain. Keluhan tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini masih mengganggu aktivitas warga, terutama pada pagi hari.

Salah seorang warga, Intan (bukan nama sebenarnya), mengaku mulai merasakan bau tidak sedap tersebut sejak lebih dari satu tahun lalu. Awalnya, ia mengira aroma menyengat itu berasal dari tumpukan sampah di sekitar aliran kali. Namun, setelah berupaya mencari sumber bau selama beberapa bulan, ia menduga penyebabnya berasal dari aktivitas pabrik di kawasan tersebut.

“Namun, beberapa bulan ini saya mencari tahu dari mana sumbernya. Saya berpikir tadinya mungkin dari sampah-sampah yang bertumpuk di pinggir kali. Lalu selama enam bulan ini saya mencari tahu sendiri. Mencari-cari sendiri menggunakan motor, kadang mobil, segala rupa saya cari. Ternyata sumbernya dari limbah polusi pabrik itu,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (22/7/2026).

Menurut Intan, aroma yang tercium menyerupai bau minyak jelantah yang dipanaskan dalam waktu lama. Bau tersebut paling sering muncul pada pagi hari sehingga mengurangi kenyamanan saat beraktivitas di rumah.

“Saya di rumah setiap pagi berharap buka jendela itu baunya segar, udara segar yang masuk, ternyata baru lima menit saya buka baunya seperti bau minyak jelantah yang sudah lama,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Muhammad Isnaeni (48), warga setempat yang mengaku telah menyuarakan persoalan tersebut sejak sekitar satu dekade lalu. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penyelesaian yang dirasakan masyarakat.

“Kalau mengganggu cukup mengganggu, ya. Saya sudah suarakan ini hampir 10 tahunan lalu. Karena kami hanya berteriak sendiri,” ujarnya.

Isnaeni menjelaskan, bau menyengat biasanya tercium pada dini hari hingga pagi hari. Dalam sekitar satu bulan terakhir, intensitas bau pada pagi hari disebut semakin sering dirasakan warga. Ia menilai aroma tersebut berbeda dengan bau sampah yang lazim muncul di sekitar kawasan tersebut.

“Baunya kayak bau pembakaran menyengat. Kayak bau minyak-minyak mentah seperti itu. Kita harus bisa membedakan bau sampah busuk sama bau pembakaran,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui pihak kelurahan maupun kecamatan dapat memfasilitasi dialog antara warga dan pihak perusahaan agar persoalan tersebut dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama.

“Harapan saya sih, dari pihak pemangku wilayah khususnya lurah atau kecamatan, kita sama-sama buka-bukaanlah ya, audiensilah. Kita duduk sama-sama, cari jalan terbaik. Buat Anda baik dan kita baik juga,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Rabu (22/7/2026), Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut meski telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

BACA JUGA:  KSPSI Dorong Kader Buruh Masuk Lembaga Negara, Kawal Kebijakan hingga Tingkat Daerah

Warga berharap pemerintah segera melakukan investigasi terhadap sumber bau, termasuk pemeriksaan terhadap aktivitas industri di sekitar Jalan Sungai Landak, guna memastikan penyebabnya serta mengambil langkah penanganan apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup. (Sumber : kompas.com)