JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan kantor Sekretariat Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jalan Asem Baris, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum penting yang menandai bersatunya sejumlah organisasi serikat pekerja dalam satu wadah perjuangan bersama.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita berwarna biru yang dilakukan Kapolri bersama para pimpinan serikat buruh yang tergabung dalam KBPBI. Salah satu tokoh yang turut mendampingi adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.
Usai pemotongan pita, Kapolri bersama para pimpinan serikat buruh berfoto bersama di depan kantor sekretariat. Mereka kompak mengepalkan tangan kiri sebagai simbol solidaritas dan meneriakkan yel-yel “Hidup Buruh!” sebelum menutup sesi foto dengan salam Presisi, yakni menempelkan telapak tangan kanan di dada kiri.
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas terbentuknya sekretariat bersama tersebut. Menurutnya, kehadiran KBPBI merupakan tonggak sejarah baru bagi gerakan buruh Indonesia karena untuk pertama kalinya berbagai organisasi serikat pekerja berhimpun dalam satu sekretariat perjuangan.
“Selamat untuk bersatunya semangat perjuangan buruh Indonesia!” ujar Sigit yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang hadir.
Kapolri menilai persatuan gerakan buruh menjadi semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di Timur Tengah serta tekanan terhadap perekonomian dunia, menurutnya, membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memerlukan dukungan semua pihak, termasuk kalangan pekerja, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global.
Di sisi lain, Sigit mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja dengan terciptanya iklim investasi yang sehat. Menurutnya, investasi yang kondusif akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
“Perlindungan terhadap hak-hak buruh harus berjalan beriringan dengan terciptanya iklim investasi yang baik. Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengenang kedekatannya dengan kalangan buruh yang telah terjalin sejak dirinya menjabat sebagai Kapolda Banten pada periode 2016–2018.
Saat itu, kata Sigit, ia mengubah pendekatan pengamanan aksi Hari Buruh atau May Day. Jika sebelumnya polisi dan massa buruh kerap berhadapan dalam pengamanan demonstrasi, ia memilih pendekatan yang lebih humanis dengan merayakan Hari Buruh bersama para pekerja.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan serikat pekerja menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang harmonis serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Kapolri juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah turut memperjuangkan aspirasi buruh terkait Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.
“Saya pernah sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa saya adalah salah satu, enggak tahu yang lain ada atau tidak, yang menolak Omnibus Law, khususnya terkait dengan masalah Cipta Kerja,” ungkap Sigit yang kembali disambut tepuk tangan para pimpinan buruh.
Ia mengaku selama proses tersebut turut mengawal perjuangan kalangan buruh bersama sejumlah tokoh serikat pekerja, termasuk Andi Gani Nena Wea.
“Saya memperjuangkan bersama diam-diam dengan teman-teman buruh, beberapa orang termasuk Pak Andi Gani di dalamnya, untuk terus mengawal dan Alhamdulillah, MK, buruh bisa menang,” kata Sigit.
Peresmian sekretariat KBPBI diharapkan menjadi titik awal semakin kuatnya konsolidasi gerakan buruh Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan. (Sumber : kompas.com)











