Nasional

Gempa M7 Guncang NTT, Dua Orang Tewas, Warga Pesisir Dievakuasi

14
×

Gempa M7 Guncang NTT, Dua Orang Tewas, Warga Pesisir Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Gambar ini hanya ilustrasi dihasilkan ChatGPT menunjuk kerusakan akibat gempa. (Gambar ini dihasilkan oleh ChatGPT).

NAGEKEO — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan laporan awal mengenai korban berasal dari Kodim Sikka.

“Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan,” kata Berton.

Dampak gempa juga dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Namun, BNPB menegaskan data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan oleh petugas di lapangan.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan evakuasi serta penanganan terhadap warga yang terdampak.

BACA JUGA:  Koalisi Besar Buruh Tolak Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memastikan proses penanganan korban dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak berjalan dengan baik.

Guncangan Terasa Hampir Satu Menit

Gempa yang mengguncang Kabupaten Nagekeo dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Panik, sebagian besar warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

BPBD Kabupaten Nagekeo kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait setelah adanya peringatan dini tsunami dari BMKG. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diarahkan untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Warga di dua wilayah tersebut juga merasakan guncangan kuat selama sekitar satu menit.

BACA JUGA:  DPR Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Instrumen Pencegah PHK Massal

“BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan pesisir,” ujar Berton.

Guncangan Sampai Bima dan Sulsel

Getaran gempa tidak hanya dirasakan di NTT. Guncangan juga terasa hingga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, di antaranya Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

Sebagian masyarakat di wilayah tersebut turut panik dan keluar dari rumah saat merasakan guncangan.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, episentrum gempa berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa Susulan Terus Terjadi

BACA JUGA:  Kapolri Siap Jadi Jembatan Aspirasi KBPBI dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

Pasca gempa utama, sejumlah gempa susulan kembali mengguncang wilayah tersebut.

Gempa susulan pertama tercatat berkekuatan M6,2 pada pukul 05.13.53 WIB. Selanjutnya, gempa M6,2 terjadi pada pukul 05.28.40 WIB dan M5,6 pada pukul 05.37.19 WIB.

Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk gempa berkekuatan M5,5. Berdasarkan informasi sementara, aktivitas gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

BNPB hingga kini masih memperbarui data dampak gempa, termasuk jumlah korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan dan dampak lainnya.

Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi BMKG. Warga juga diimbau tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan atau retak karena masih berpotensi membahayakan keselamatan.

Sumber: BNPB/detikNews