Daerah

Wamenkop Lepas 86 Pekerja Migran ke Jepang, Dorong Koperasi Jadi Pilar Pencipta Lapangan Kerja Internasional

103
×

Wamenkop Lepas 86 Pekerja Migran ke Jepang, Dorong Koperasi Jadi Pilar Pencipta Lapangan Kerja Internasional

Sebarkan artikel ini

Deputy Minister of Cooperatives Sends Off 86 Indonesian Migrant Workers to Japan, Promotes Cooperatives as a Pillar of International Job Creation

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah acara pelepasan PMI yang akan bertolak ke Jepang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (582026)-rm.id

TANGERANG – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah secara simbolis melepas 86 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang melalui program yang diinisiasi Koperasi Jasa Syariah KITA MIRAINO HIKARI. Pelepasan berlangsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/8/2026).

Program pengiriman pekerja migran tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebagai bagian dari upaya memperkuat peran koperasi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutannya, Farida berpesan agar para pekerja migran menjaga nama baik bangsa selama bekerja di Jepang. Menurutnya, para PMI merupakan representasi Indonesia di mata dunia sehingga diharapkan mampu menunjukkan profesionalisme, kedisiplinan, serta etos kerja yang tinggi.

“Kalian adalah citra Indonesia, tanamkan di hati bahwa Indonesia adalah tanah air kalian. Jadilah wirausaha baru saat kembali ke tanah air nanti,” ujar Farida.

Ia berharap para pekerja tidak hanya mengejar penghasilan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mempelajari sistem manajemen, budaya kerja, dan kedisiplinan di Jepang agar dapat diterapkan saat kembali ke Indonesia.

BACA JUGA:  Indonesia dan Turki Sepakat Perkuat Kerja Sama Pelindungan dan Mobilitas Pekerja Migran

Farida menilai program ini merupakan bukti nyata transformasi koperasi modern yang mampu berkontribusi pada sektor riil sekaligus membuka akses pekerjaan di luar negeri. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.

Acara pelepasan turut dihadiri Direktur Utama LPDB Krisdianto serta Ketua Koperasi Jasa Syariah KITA MIRAINO HIKARI Aditya Affasha Riawan.

Dalam kesempatan itu, Farida menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan koperasi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyebut koperasi harus menjadi salah satu dari tiga pilar utama ekonomi nasional bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta.

“Koperasi Kita Miraino Hikari membuktikan bahwa anak muda bisa mengelola koperasi secara profesional, digital, dan mampu mengirimkan tenaga kerja profesional ke luar negeri,” katanya.

Farida juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi melalui LPDB telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp55 miliar untuk mendukung operasional Koperasi Jasa Syariah KITA MIRAINO HIKARI.

BACA JUGA:  STNK dan SIM jadi Syarat Masuk ke Area Pabrik, Pemkab Rembang Cari Solusi Keluhan Buruh PT PWI, Bupati Akan Temui Manajemen

Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan koperasi memberikan pelayanan maksimal kepada calon pekerja migran tanpa membebankan biaya jaminan kepada peserta.

“Ini adalah bentuk afirmasi pemerintah. Dengan bunga yang sangat rendah, koperasi bisa memberdayakan masyarakat. Bahkan, ada pekerja yang berangkat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun karena skema pembiayaan yang inovatif ini,” ujar Farida.

Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Syariah KITA MIRAINO HIKARI Aditya Affasha Riawan menyampaikan bahwa keberangkatan para PMI merupakan hasil kolaborasi antara koperasi, Kementerian Koperasi, LPDB, serta berbagai mitra Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen mendampingi para pekerja migran tidak hanya hingga proses keberangkatan, tetapi juga selama menjalankan pekerjaan di Jepang.

“Hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu membuka pintu masa depan bagi putra-putri terbaik bangsa. Kami mendukung penuh Asta Cita ketiga Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat perlindungan pekerja migran,” kata Aditya.

Aditya juga mengingatkan para PMI agar senantiasa menjaga disiplin, integritas, dan semangat kerja selama berada di Jepang.

“Di Jepang, bukan hanya kepintaran yang dihargai, tapi disiplin dan kerja keras. Ingat perjuangan kalian, perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.

Sebanyak 86 pekerja migran yang dilepas dalam program tersebut akan bekerja di berbagai sektor, di antaranya industri hospitality dan jasa konstruksi. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru setelah para pekerja kembali ke Tanah Air. (Sumber : rm.id)

BACA JUGA:  DPRD Gresik Akan Panggil Manajemen PT Indonesia Marina Shipyard, Kawal Tuntutan Hak Normatif Buruh