Nasional

TPIA Siapkan Investasi Rp18 Triliun untuk CA-EDC Tahap II, Perkuat Industri Kimia Nasional

175
×

TPIA Siapkan Investasi Rp18 Triliun untuk CA-EDC Tahap II, Perkuat Industri Kimia Nasional

Sebarkan artikel ini

TPIA Prepares Rp18 Trillion Investment for Phase II CA-EDC Project to Strengthen Indonesia's Chemical Industry

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus memperkuat ekspansi bisnis petrokimianya dengan memulai studi kelayakan pembangunan fasilitas Chlor-Alkali & Ethylene Dichloride (CA-EDC) Tahap II melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA). Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas kapasitas produksi bahan kimia dasar sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional melalui peningkatan pasokan bahan baku dari dalam negeri.

Sementara itu, pembangunan CA-EDC Tahap I menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Juli 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 72 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun fiskal 2027.

BACA JUGA:  GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi Industri, Perkuat Sinergi Beasiswa dan Inovasi

Setelah beroperasi, fasilitas CA-EDC Tahap I akan memiliki kapasitas produksi hingga 827.000 ton soda kaustik cair (caustic soda) dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Produksi soda kaustik cair diproyeksikan mampu menggantikan kebutuhan impor nasional, sementara produksi EDC akan difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Perseroan menilai pengembangan CA-EDC Tahap II akan melengkapi kapasitas produksi yang telah dibangun pada tahap pertama, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok industri kimia nasional. Kehadiran fasilitas baru diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku, memperkuat daya saing industri hilir, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kimia impor.

Selain memberikan dampak terhadap penguatan industri, proyek tersebut juga diperkirakan membuka peluang kerja baru. Setelah Tahap II selesai dan beroperasi, proyek ini diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru, sekaligus memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi di sektor industri kimia.

BACA JUGA:  Kongres II SBNI: Buruh Diajak Ambil Peran dalam Mewujudkan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Di sisi pasar modal, ekspansi bisnis yang terus dilakukan TPIA turut menjadi salah satu faktor yang menjaga optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan perseroan. Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, saham TPIA masih diperdagangkan pada valuasi premium dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 2,79 kali dan Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 18,61 kali.

Valuasi tersebut berada di atas rata-rata emiten pada subsektor basic materials, yang masing-masing mencatatkan PBV sebesar 1,26 kali dan PER sebesar 10,72 kali. Kondisi ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang TPIA seiring pengembangan proyek-proyek strategis di sektor petrokimia yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat substitusi impor, serta mendorong peningkatan ekspor Indonesia.

BACA JUGA:  Perkuat Konsolidasi dan Solidaritas, PUK SP LEM SPSI PT Moon Lion Industries Indonesia Sukses Gelar Rakernit di Anyer

(Sumber : Katadata.co.id)