Internasional

Tanda Pekerja Manusia Makin Tergeser, Argentina Siapkan Aturan Perusahaan yang Dijalankan AI

60
×

Tanda Pekerja Manusia Makin Tergeser, Argentina Siapkan Aturan Perusahaan yang Dijalankan AI

Sebarkan artikel ini

Human Workers Face Growing Displacement as Argentina Moves to Legalize AI-Run Companies

AI- Artificial Intelligence

ARGENTINA, Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memperkuat prediksi bahwa peran pekerja manusia di berbagai sektor akan terus berkurang. Sejumlah perusahaan teknologi global telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan alasan efisiensi melalui adopsi AI, sementara investasi bernilai miliaran dolar terus digelontorkan untuk memenangkan persaingan dalam pengembangan teknologi tersebut.

Tren tersebut kini memasuki babak baru setelah Presiden Argentina, Javier Milei, mengumumkan rancangan undang-undang (RUU) yang membuka peluang berdirinya perusahaan yang dijalankan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan. Jika disahkan, regulasi tersebut berpotensi menjadi salah satu kebijakan paling progresif di dunia dalam mengakomodasi penggunaan AI di sektor korporasi.

Dalam artikel opini yang diterbitkan oleh Financial Times pada Juni lalu, Milei memperkenalkan konsep non-human corporations, yakni perusahaan yang dapat beroperasi menggunakan agen AI atau robot yang mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam situasi yang dinamis dan tidak dapat diprediksi. Konsep tersebut memungkinkan berbagai aktivitas operasional perusahaan berjalan tanpa keterlibatan langsung manusia.

BACA JUGA:  Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Terbesar, Hingga 100 Ribu Pekerja Terancam PHK

Salah satu penyusun RUU sekaligus profesor hukum, Diego Duprat, menjelaskan bahwa gagasan perusahaan otomatis bukan lagi sekadar konsep futuristis. Menurutnya, model serupa telah mulai diterapkan dalam berbagai bisnis modern, seperti supermarket tanpa kasir yang mengandalkan teknologi AI untuk melayani pelanggan dan mengelola operasional.

Meski memberikan keleluasaan bagi perusahaan berbasis AI, rancangan regulasi tersebut tetap menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab secara hukum atas setiap kerugian atau dampak yang ditimbulkan oleh sistem kecerdasan buatan maupun algoritma yang digunakan dalam menjalankan bisnisnya.

Pemerintah Argentina juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat perusahaan maupun komitmen investasi yang secara langsung berkaitan dengan RUU tersebut. Kebijakan tersebut masih berada pada tahap pengembangan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.

BACA JUGA:  TikTok PHK Ratusan Karyawan Tokopedia, Operasi Teknologi Dialihkan ke China

Juru bicara Kantor Kepresidenan Argentina menyatakan bahwa tujuan utama penyusunan regulasi tersebut adalah menjadikan Argentina sebagai yurisdiksi yang lebih menarik bagi pendirian perusahaan-perusahaan otomatis berbasis AI.

“Yang sedang kami lakukan adalah mengusulkan sesuatu yang inovatif, dengan tujuan menjadikan Argentina sebagai yurisdiksi yang menarik untuk pendirian perusahaan otomatis,” ujar perwakilan pemerintah.

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif sekaligus menarik modal baru ke Argentina.

Di tengah pesatnya perkembangan AI, muncul kekhawatiran bahwa otomatisasi akan semakin mengurangi kebutuhan terhadap tenaga kerja manusia, terutama pada pekerjaan yang bersifat administratif, layanan pelanggan, hingga operasional rutin. Sebaliknya, para pendukung teknologi menilai AI dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan model bisnis baru, dan membuka peluang pekerjaan di bidang yang membutuhkan keterampilan digital dan pengembangan teknologi. Perdebatan mengenai keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan tenaga kerja pun diperkirakan akan semakin mengemuka seiring semakin luasnya penerapan AI di berbagai sektor ekonomi.(Sumber : cnbcindonesia.com)

BACA JUGA:  Hari ke-10 ILC 2026: Pengamanan di Kawasan PBB Jenewa Diperketat Jelang KTT G7, Delegasi Indonesia Siapkan Kepulangan dengan Membawa Hasil Sidang untuk Indonesia