MALANG, Pemerintah menargetkan mencetak sekitar 500 ribu pekerja migran Indonesia yang terampil hingga 2029 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional sekaligus memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja di pasar global.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan target tersebut merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto yang akan dilaksanakan secara bertahap melalui penguatan pelatihan dan peningkatan kompetensi calon pekerja migran.
Menurut Dzulfikar, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor utama agar Indonesia mampu bersaing dan memenuhi permintaan tenaga kerja produktif dari berbagai negara tujuan.
“Ini adalah mandat Presiden untuk melatih secara bertahap sekitar 500 ribu pekerja migran hingga tahun 2029,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih jauh lebih besar dibandingkan jumlah calon pekerja migran yang telah memenuhi kualifikasi untuk diberangkatkan.
Salah satu tantangan yang masih dihadapi, kata Dzulfikar, adalah keterbatasan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang, yang menjadi salah satu syarat utama bekerja di Negeri Sakura.
“Saya kira yang utama adalah korespondensi ke Jepang. Nah, ini yang paling kurang di beberapa migrant center,” katanya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas pusat-pusat pelatihan pekerja migran (migrant center) yang telah beroperasi agar mampu memberikan pelatihan yang lebih komprehensif.
“Untuk migrant center yang sudah eksisting akan kita bantu upgrade hingga ke visa engineering,” ucapnya.
Selain memperkuat pelatihan di dalam negeri, pemerintah juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara tujuan penempatan pekerja migran. Berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah negara, Dzulfikar menyebut respons terhadap tenaga kerja asal Indonesia sangat positif.
“Kita kemarin mendatangi beberapa negara dan mereka berpendapat positif tentang pekerja dari Indonesia,” pungkasnya.
Melalui peningkatan kompetensi, penguatan pelatihan, serta pengembangan fasilitas pendidikan dan sertifikasi, pemerintah berharap semakin banyak pekerja migran Indonesia yang mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja internasional dengan keahlian yang sesuai standar global. (Sumber : timesindonesia.co.id)











