Daerah

Sopir Truk Bali Dibakar Hidup-Hidup oleh Bosnya Meninggal Dunia Setelah Sepekan Dirawat

132
×

Sopir Truk Bali Dibakar Hidup-Hidup oleh Bosnya Meninggal Dunia Setelah Sepekan Dirawat

Sebarkan artikel ini

Bali Truck Driver Burned Alive by His Boss Dies After a Week of Treatment

ILUSTRASI-Seminggu Kritis, Sopir Truk Bali yang Dibakar Bosnya Meninggal Dunia

KARANGASEM, BALI – Kabar duka datang dari keluarga I Gede Selamet (21), sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Selamet yang sebelumnya menjadi korban pembakaran oleh bosnya sendiri akhirnya meninggal dunia setelah sekitar satu pekan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Selamet mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 08.30 Wita.

Kabar meninggalnya Selamet dibenarkan Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas. Ia mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kepergian Selamet pada Jumat pagi.

“Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia,” kata Tunas, Jumat (25/9/2026).

Pemulangan Jenazah Masih Dimusyawarahkan

Setelah Selamet dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga masih melakukan musyawarah terkait proses pemulangan jenazah dari RSUP Prof Ngoerah ke kampung halaman di Desa Muncan.

Menurut Tunas, keputusan mengenai waktu pemulangan jenazah juga mempertimbangkan kondisi di Desa Muncan yang saat ini sedang berlangsung rangkaian upacara keagamaan.

“Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya,” ujar Tunas.

Kepergian Selamet meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Muncan. Terlebih, sebelum meninggal dunia, keluarga telah berupaya keras mendampingi korban menjalani perawatan akibat luka bakar yang sangat parah.

BACA JUGA:  Pukul Kepala Buruh Pakai Bata, Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Ditetapkan Jadi Tersangka

Tagihan Perawatan Capai Rp88 Juta

Selain menghadapi kondisi korban yang kritis, keluarga Selamet juga dihadapkan pada persoalan biaya pengobatan yang terus membengkak.

Selamet yang merupakan korban tindak kriminal disebut tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan untuk menanggung biaya perawatannya.

Hingga Kamis (24/9/2026), atau sehari sebelum Selamet meninggal dunia, tagihan medis di RSUP Prof Ngoerah telah mencapai sekitar Rp88 juta.

Untuk membantu memenuhi biaya tersebut, keluarga mengandalkan bantuan dari relawan dan masyarakat. Donasi yang terkumpul hingga sehari sebelum korban meninggal dilaporkan baru sekitar Rp35 juta.

Persoalan biaya pengobatan tersebut kemudian mendapat perhatian luas. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilaporkan turut memberikan bantuan sebesar Rp25 juta.

BACA JUGA:  Ratusan Buruh dan Pelaku Usaha Material Banyuwangi Gelar Demo, Konvoi Dump Truk Ganggu Arus Lalu Lintas

Bantuan tersebut ditransfer langsung ke rekening RSUP Prof Ngoerah untuk membantu membiayai perawatan Selamet selama menjalani perawatan akibat luka bakar.

Dibakar di Dalam Kamar

Kasus yang menimpa Selamet bermula pada Jumat (18/9/2026). Saat itu, Selamet terlibat persoalan dengan bosnya, I Putu Cahyadi Putra (37).

Perselisihan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan uang setoran.

Dalam kejadian tersebut, Putu Cahyadi diduga membakar Selamet hidup-hidup ketika korban berada di dalam kamarnya.

Situasi kemudian berubah menjadi kepanikan. Selamet sempat keluar dari kamar dengan kondisi tubuh terbakar sambil berteriak meminta pertolongan.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.

Mengalami Luka Bakar 68 Persen

Akibat kejadian tersebut, Selamet mengalami luka bakar sekitar 68 persen pada bagian tubuhnya.

Kondisinya sangat serius sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah. Selama sekitar satu pekan, korban berjuang melewati masa kritis akibat luka bakar yang dideritanya.

Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kondisi Selamet akhirnya memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada Jumat pagi.

BACA JUGA:  Tiga Korban Lain Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Bos Restoran Korea di Surabaya

Bos Korban Jadi Tersangka

Polisi bergerak setelah menerima laporan mengenai pembakaran tersebut. I Putu Cahyadi Putra kemudian diamankan aparat kepolisian.

Pelaku kini ditahan di Polsek Selat dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dengan meninggalnya Selamet, kasus yang awalnya merupakan perkara pembakaran yang menyebabkan korban mengalami luka bakar parah tersebut kini berujung pada meninggalnya korban.

Proses hukum terhadap tersangka masih berjalan. Polisi akan mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk motif perselisihan, kronologi pembakaran, serta pertanggungjawaban hukum atas meninggalnya I Gede Selamet.

Meninggalnya Selamet menambah duka bagi keluarga dan masyarakat Desa Muncan. Di tengah kehilangan tersebut, keluarga juga masih harus menghadapi persoalan biaya perawatan yang telah mencapai puluhan juta rupiah.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena korban masih berusia 21 tahun dan meninggal setelah mengalami luka bakar berat dalam peristiwa yang diduga dipicu persoalan uang setoran dengan atasannya.  (Sumber : CNN indonesia)