BANDUNG, JAWA BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program reboisasi di kawasan Gunung Wayang, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan petani penggarap. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memulihkan ekosistem hutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kemiskinan di kalangan petani.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, petani yang terlibat dalam program reboisasi akan memperoleh gaji sebesar Rp2,5 juta per bulan. Anggaran untuk membayar para petani tersebut bersumber dari APBD Jawa Barat.
Menurut Dedi, kebijakan itu dilatarbelakangi kondisi ekonomi buruh tani sayuran di sejumlah wilayah Jawa Barat Selatan, mulai dari Bandung Selatan, Garut Selatan hingga Cianjur Selatan.
Ia menyebut masih terdapat buruh tani yang bekerja di kawasan perkebunan dengan menerima upah harian sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000.
Dedi menilai kondisi tersebut perlu diatasi melalui kebijakan yang memberikan kepastian pendapatan sekaligus mendorong masyarakat terlibat dalam menjaga lingkungan.
“Dan strategi ini dibiarkan miskin untuk apa? Agar mereka patuh. Saya termasuk pemimpin yang tidak mau kepatuhan disebabkan oleh kemiskinan, saya ingin kepatuhan disebabkan oleh kesejahteraan,” tegas Dedi saat berada di kawasan hulu Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung.
Reboisasi 1.000 Hektare
Pada tahap awal, Pemprov Jawa Barat menargetkan reboisasi seluas 1.000 hektare di kawasan Gunung Wayang.
Lahan yang sebelumnya dikelola PTPN dan Perhutani tersebut akan kembali ditanami dengan berbagai jenis vegetasi endemik. Para petani penggarap nantinya tidak hanya bertugas menanam, tetapi juga merawat kawasan yang menjadi tanggung jawabnya.
Dalam skema awal, satu petani akan mengelola dan merawat lahan seluas 2 hektare.
Dengan target 1.000 hektare, diperlukan sekitar 500 petani pada tahap awal.
“Saya targetkan seribu hektar lahan biar selesai. Petaninya yang nanamnya saya gaji Rp2,5 juta per bulan. Satu orang 2 hektar. Diperlukan 500 orang,” ujar Dedi.
Program penghijauan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Desember 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Bisa Libatkan hingga 4.000 Petani
Dalam pelaksanaannya, program reboisasi tersebut direncanakan berkembang dengan melibatkan hingga 4.000 tenaga petani.
Pemprov Jawa Barat disebut menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar per bulan, atau mencapai Rp120 miliar per tahun, untuk mendukung program tersebut.
Program ini diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi petani sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan hulu.
Selain aspek ekonomi, reboisasi Gunung Wayang juga diarahkan untuk menjaga fungsi ekologis kawasan hutan, terutama dalam mendukung kelestarian sumber air dan ekosistem di wilayah hulu Citarum.
Dengan demikian, pemerintah daerah menggabungkan program pemulihan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan langsung petani dalam penanaman dan pemeliharaan hutan. (Sumber : TribunNews.com)











