DaerahNasional

Sertifikat Bukan Akhir, Hendi Priyono Tekankan Pentingnya Manfaat dan Tanggung Jawab Instruktur

179
×

Sertifikat Bukan Akhir, Hendi Priyono Tekankan Pentingnya Manfaat dan Tanggung Jawab Instruktur

Sebarkan artikel ini

Certificate Is Not the End: Hendi Priyono Emphasizes the Importance of Purpose and Responsibility for Instructors

Pemateri Training - Hendi Priyono

BEKASI – Training ToT Pegupahan FSP LEM SPSI Memasuki Hari ke Empat, Kamis 30/7/2026,  Pelatihan Training of Trainers (ToT) tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh sertifikat kompetensi, melainkan menjadi sarana pengembangan kapasitas diri agar para peserta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan oleh Hendi Priyono dalam salah satu sesi pembekalan peserta ToT.

Dalam pemaparannya, Hendi mengingatkan bahwa sertifikat yang diperoleh melalui uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bukanlah tujuan akhir dari proses pembelajaran. Menurutnya, para peserta perlu memikirkan langkah lanjutan setelah sertifikat tersebut berhasil diraih.

“Kalau sertifikatnya sudah didapat, pertanyaannya adalah, apa langkah berikutnya? Sertifikat itu merupakan bentuk pertanggungjawaban kita sebagai seorang instruktur atau pelatih,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta yang mengikuti pelatihan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta memperkuat kapasitas diri agar dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

BACA JUGA:  Koalisi Buruh Bandung Barat Aksi Dua Hari, Desak Penghapusan Outsourcing dan Revisi Regulasi Ketenagakerjaan

Hendi kemudian menjelaskan konsep yang disebutnya sebagai “Segitiga Kesuksesan”, yang terdiri atas tiga unsur utama, yaitu kemampuan (capability), kepedulian (care), dan peluang (opportunity).

Menurutnya, peningkatan kemampuan harus menjadi prioritas utama. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang, seseorang akan memiliki kepekaan sosial yang lebih baik sehingga mampu memberikan kontribusi nyata kepada lingkungan sekitarnya.

“Ketika kemampuan meningkat dan kepedulian tumbuh, maka peluang akan datang dengan sendirinya, baik dalam bentuk karier, kesehatan, pendidikan, maupun keberkahan hidup,” katanya.

Hendi juga menekankan pentingnya kesadaran diri (awareness) sebagai landasan untuk membangun karakter seorang instruktur. Kesadaran tersebut, lanjutnya, harus dibangun melalui keyakinan yang kuat kepada Tuhan serta pemahaman yang mendalam mengenai peran manusia sebagai pemimpin dan pembawa manfaat di muka bumi.

BACA JUGA:  Siapkan Kader Profesional untuk Lembaga Negara, FSP LEM SPSI Gelar ToT Pengupahan di Bekasi

Dalam pandangannya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian jabatan atau kedudukan, tetapi juga dari kemampuannya menjalankan tanggung jawab sebagai anak, pasangan, anggota masyarakat, dan individu yang memberikan manfaat kepada sesama.

Ia mengingatkan bahwa profesi instruktur memiliki tanggung jawab besar karena setiap materi yang disampaikan akan memengaruhi cara berpikir dan bertindak orang lain.

“Jangan sampai kita pandai berbicara, tetapi apa yang kita sampaikan justru menyesatkan banyak orang. Karena itu, seorang instruktur harus terus mengisi dirinya dengan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang baik,” tuturnya.

Lebih jauh, Hendi menjelaskan bahwa seluruh aktivitas manusia seharusnya bermuara pada tiga tujuan utama, yakni meningkatkan ketakwaan, menghasilkan prestasi, dan menciptakan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

BACA JUGA:  Training of Trainer Evaluasi Jabatan Bahas Penyusunan Struktur dan Skala Upah Berbasis Job Evaluation

Menutup pemaparannya, Hendi mengajak seluruh peserta untuk tidak pernah berhenti belajar dan menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai bentuk pengabdian yang bernilai ibadah.

“Jangan lelah untuk belajar, tetapi jadikan setiap kelelahan itu sebagai bentuk pengabdian. Sebab, apa pun yang dipelajari dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan memberikan manfaat,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi standar kompetensi sebagai instruktur bersertifikat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengetahuan, membangun kesadaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. @kg_krd