Nasional

Muba Matangkan Peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera, Menteri Koperasi Targetkan Jadi Model Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi

167
×

Muba Matangkan Peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera, Menteri Koperasi Targetkan Jadi Model Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi

Sebarkan artikel ini

Muba Finalizes Inauguration of KUD Sejahtera CPO Mill, Cooperatives Minister Eyes It as a National Model for Cooperative-Based Palm Oil Downstreaming

Bupati Muba M. Toha Tohet (kiri) saat berbincang dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono - RRI.co.id

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atau Pabrik CPO KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman. Salah satu langkah yang dilakukan adalah audiensi dan rapat koordinasi antara Bupati Muba M. Toha Tohet dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di Kabupaten Musi Banyuasin. Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera sebagai salah satu proyek strategis penguatan hilirisasi sawit berbasis koperasi.

Bupati Muba diterima langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang didampingi Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Asisten Deputi Pengembangan Produksi Elviandi RS, serta jajaran pejabat Kementerian Koperasi.

BACA JUGA:  Rakorda BAPOR LEM Kepri, Saiful Badri Tekankan Disiplin dan Kaderisasi Generasi Penerus Organisasi

Bupati M. Toha Tohet menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Koperasi kepada Kabupaten Musi Banyuasin sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut.

“Pemkab Muba menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kementerian Koperasi RI kepada Muba sebagai tuan rumah peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera, sekaligus Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi,” ujar Toha.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus momentum penting untuk memperkuat pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit berbasis koperasi sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden dan pembangunan ekonomi kerakyatan.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat hilirisasi sawit berbasis koperasi dalam mendukung Asta Cita Presiden dan pembangunan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Toha menambahkan, keberadaan Pabrik CPO milik KUD Sejahtera diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, memperkuat kelembagaan koperasi, menciptakan lapangan kerja baru, hingga meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:  KBPBI Usulkan Pengemudi Ojol hingga Pekerja Digital Masuk RUU Ketenagakerjaan

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penyelenggaraan seminar nasional maupun peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera.

“Kami siap hadir pada peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera dan akan berupaya agar Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga dapat hadir. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara optimal agar kegiatan ini berjalan dengan baik,” kata Ferry.

Ia menilai agenda tersebut menjadi momentum penting dalam menunjukkan keberhasilan model hilirisasi kelapa sawit yang dikelola koperasi dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Senada dengan itu, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus menilai KUD Sejahtera memiliki potensi besar menjadi role model koperasi modern di Indonesia.

“Karena itu, profesionalisme, tata kelola, dan kepatuhan terhadap mekanisme perkoperasian harus terus dijaga agar keberhasilannya berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah,” ujarnya.

Panel Barus menjelaskan bahwa persiapan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi maupun peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera akan terus dimatangkan melalui rapat koordinasi lanjutan yang melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA:  GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi Industri, Perkuat Sinergi Beasiswa dan Inovasi

Koordinasi tersebut juga mencakup penyusunan skenario apabila Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat menghadiri peresmian pabrik tersebut.

“Karena ini merupakan agenda nasional, seluruh persiapan harus dilakukan secara detail dan profesional agar pelaksanaannya sukses serta memberikan manfaat bagi pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi di Indonesia,” tandas Panel Barus.

(Sumber : rri.co.id)