Program tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi di PT Bintang Indokarya Gemilang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026).
Di Jawa Tengah, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang menargetkan sebanyak 2.464 peserta mengikuti program pelatihan di 25 kabupaten/kota.
Sementara itu, di Kabupaten Brebes, sebanyak 32 peserta pada angkatan pertama dipersiapkan untuk dapat langsung terserap bekerja di PT Bintang Indokarya Gemilang.
Dalam sambutannya, Cris menegaskan bahwa penguasaan kompetensi menjadi modal penting bagi pekerja untuk tetap relevan di tengah perubahan dunia kerja. Oleh karena itu, pelatihan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta sekaligus tuntutan dunia industri.
“Kami berharap Pelatihan Berbasis Kompetensi dapat memberikan manfaat nyata bagi para pekerja terdampak PHK, sehingga mereka memiliki bekal kompetensi yang lebih kuat untuk kembali memasuki pasar kerja dan meningkatkan kesejahteraan dirinya maupun keluarganya,” ujar Cris.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguasai keterampilan yang diberikan.
Menurut Cris, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan baru, merintis usaha, maupun mengembangkan usaha yang telah dimiliki.
“Jangan melihat PHK sebagai akhir dari perjalanan karier, tetapi jadikan momentum untuk membuka jalan menuju kesempatan yang baru,” katanya.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pelaksanaan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi di Brebes melibatkan BBPVP Semarang, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Brebes.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.
Penyiapan 32 peserta untuk diserap PT Bintang Indokarya Gemilang menjadi salah satu bentuk keterkaitan antara pelatihan dan kebutuhan industri di daerah.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelatihan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan agar memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi dan kembali bekerja.
Kemnaker Pantau Pelatihan Tailor Made Training
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Cris Kuntadi turut memantau pelaksanaan pelatihan Tailor Made Training (TMT) di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Anugerah Trikarya Utama.
BBPVP Semarang menargetkan pelaksanaan 741 paket TMT dengan jumlah sasaran mencapai 11.856 orang.
Paket pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), serta komunitas.
Melalui program pelatihan berbasis kompetensi dan TMT, Kemnaker berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Bagi pekerja terdampak PHK, peningkatan kompetensi diharapkan menjadi salah satu jalan untuk mempercepat proses kembali bekerja, memperluas pilihan pekerjaan, serta membuka peluang berwirausaha.
Dengan dukungan pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha, program pelatihan vokasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pekerja sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di berbagai sektor industri. (Sumber : telusur.co.id)











