Nasional

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspadai Penipuan BSU 2026, Jangan Klik Tautan Palsu

253
×

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspadai Penipuan BSU 2026, Jangan Klik Tautan Palsu

Sebarkan artikel ini

Manpower Ministry Warns Workers Against 2026 Wage Subsidy Scams, Urges Them Not to Click Fake Links

Waspada Penipuan BSU 2026-Gambar ilustrasi AI
JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan para pekerja agar mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Penipuan tersebut antara lain dilakukan melalui tautan palsu dan pesan berantai yang meminta data pribadi dengan dalih pencairan bantuan.

Pekerja diminta tidak sembarangan mengeklik tautan yang tidak jelas sumbernya maupun memberikan data sensitif, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), kode one-time password (OTP), nomor identifikasi pribadi (PIN), dan kata sandi kepada pihak yang tidak terverifikasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa pekerja harus memastikan kebenaran informasi BSU melalui kanal resmi Kemnaker. Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap pesan yang menjanjikan pencairan bantuan dengan prosedur yang tidak jelas.

“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Indah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (24/10/2026).

Waspadai Modus Penipuan Lewat WhatsApp dan DM

Indah menjelaskan, penipuan yang mengatasnamakan BSU dapat dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp maupun pesan langsung (direct message/DM) di media sosial. Pelaku biasanya menyertakan tautan yang mengarahkan korban ke situs palsu untuk meminta data pribadi.

BACA JUGA:  Kemnaker Terbitkan Permenaker Nomor 16 Tahun 2026, Atur Syarat dan Besaran BSU Rp900 Ribu

Pekerja perlu mencurigai tautan yang meminta pengisian data sensitif atau menjanjikan pencairan BSU melalui mekanisme yang tidak jelas. Pencantuman logo Kemnaker pada pesan maupun situs tertentu juga tidak serta-merta menjamin bahwa informasi tersebut benar dan resmi.

Karena itu, pekerja diimbau memeriksa alamat situs secara teliti sebelum mengaksesnya atau memasukkan informasi apa pun. Jangan sampai keinginan memperoleh bantuan justru dimanfaatkan pelaku untuk mencuri data pribadi atau menguras rekening korban.

Informasi resmi mengenai BSU dapat dipantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman https://bsu.kemnaker.go.id/.

Apabila laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. Pekerja juga diingatkan agar tidak mencari alternatif melalui tautan yang belum terverifikasi.

BACA JUGA:  Hercules Rozario Marshal Dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan SBNI dalam Kongres dan Rakernas II

Empat Langkah Melindungi Data Pribadi

Untuk mencegah pekerja menjadi korban penipuan, Kemnaker mengimbau masyarakat melakukan empat langkah perlindungan berikut.

Pertama, memeriksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data pribadi. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, tidak memberikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada siapa pun. Data tersebut bersifat rahasia dan tidak boleh diserahkan kepada pihak yang mengaku dapat membantu pencairan bantuan.

Ketiga, tidak membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU. Permintaan transfer uang atau biaya administrasi dari pihak yang tidak terverifikasi patut dicurigai sebagai modus penipuan.

Keempat, segera menutup tautan apabila merasa ragu terhadap keaslian pesan atau situs. Selanjutnya, periksa kebenaran informasi melalui kanal resmi Kemnaker.

BACA JUGA:  UU Perlindungan Ketenagakerjaan: PHK Tak Bisa Lagi Berdalih Efisiensi, Perusahaan Dilarang Tahan Ijazah

Indah menegaskan, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun Kemnaker. Pekerja diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh pesan yang menawarkan bantuan atau menjanjikan pencairan dana tanpa kejelasan prosedur.

Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Ketenagakerjaan Yassierli terus mengingatkan jajaran Kemnaker untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang memanfaatkan nama program bantuan pemerintah.

“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” pungkas Indah.

Kemnaker mengimbau para pekerja untuk selalu mengedepankan kehati-hatian dan memeriksa setiap informasi melalui sumber resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari pencurian data pribadi maupun kerugian finansial akibat penipuan berkedok pencairan BSU 2026. (Sumber : sumbarsatu.com)