LAMONGAN — Duka akibat kecelakaan kerja di PT Superior Prima Sukses (SPS) Tbk menjadi perhatian seluruh keluarga besar perusahaan. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, manajemen bersama karyawan menggelar doa bersama secara serentak di lima lokasi pabrik SPS yang berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Doa bersama tersebut digelar di pabrik SPS Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara. Para karyawan berkumpul untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia, korban yang masih menjalani perawatan medis, serta keluarga yang terdampak musibah.
Suasana doa bersama berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para korban, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh karyawan untuk saling menguatkan di tengah suasana duka.
SPI HRD GA PT Superior Prima Sukses Tbk, Wijaya, mengatakan doa bersama merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas seluruh keluarga besar perusahaan terhadap korban dan keluarga yang terdampak kecelakaan kerja.
Menurut Wijaya, pihaknya berharap keluarga korban yang meninggal dunia diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah. Sementara itu, korban yang masih menjalani perawatan diharapkan segera mendapatkan kesembuhan.
“Harapan kita dengan doa bersama ini menjadi penguat bagi kita maupun bagi keluarga korban. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi kekuatan, korban yang berpulang diterima di sisi Allah SWT dan korban yang masih menjalani perawatan diberi kesembuhan sehingga bisa bergabung lagi dengan kami,” ujar Wijaya.
Salah seorang rekan kerja korban, Arif, turut menyampaikan rasa dukanya atas musibah yang menimpa rekan-rekannya.
Ia berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Untuk korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, Arif berharap kondisi mereka segera membaik dan dapat kembali beraktivitas.
Arif juga menyampaikan bahwa perusahaan memberikan pendampingan kepada korban maupun keluarga korban, termasuk mendukung proses perawatan medis.
“Sejauh yang saya tahu dan informasi dari rekan kerja saya juga, dari pihak perusahaan sangat mendukung terkait dengan kesembuhan melalui perawatan intensif dan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban,” ungkap Arif.
Musibah kecelakaan kerja tersebut sebelumnya terjadi di fasilitas produksi PT SPS di Lamongan. Ledakan dan kebakaran mengakibatkan sejumlah pekerja menjadi korban, termasuk pekerja yang meninggal dunia.
Pasca-musibah, perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kembali menjadi sorotan. Arif berharap keselamatan kerja semakin menjadi prioritas dalam setiap aktivitas perusahaan.
Menurutnya, penerapan prosedur keselamatan secara konsisten penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan seluruh pekerja dapat menjalankan tugas dalam kondisi yang aman.
Doa bersama yang digelar serentak di lima lokasi tersebut menjadi bentuk solidaritas internal perusahaan sekaligus pengingat bahwa keselamatan pekerja merupakan bagian penting dalam setiap kegiatan operasional. (Sumber : lamongan.inews.id)











