Daerah

Dua Buruh Proyek Berhasil Dievakuasi Setelah Terjebak Pasang Laut di Bawah Tebing Uluwatu

84
×

Dua Buruh Proyek Berhasil Dievakuasi Setelah Terjebak Pasang Laut di Bawah Tebing Uluwatu

Sebarkan artikel ini

Two construction workers were successfully evacuated after being trapped under the high tides at Uluwatu Cliff.

ilustrasi' Evakuasi Tekhnik Lifting

BADUNG – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua buruh proyek yang sempat terjebak akibat pasang air laut di kawasan bawah tebing Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (28/6). Keduanya dievakuasi dalam kondisi selamat setelah bertahan semalaman di atas batu karang.

Dua korban yang berhasil diselamatkan adalah Rendi (20) dan Tarmuji (50). Sementara seorang rekan mereka, Mansur (47), lebih dahulu menyelamatkan diri dengan berenang menuju lokasi yang aman sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Peristiwa bermula pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 14.00 WITA. Ketiga buruh proyek itu berjalan menyusuri bibir pantai dari Pantai Nyang-Nyang menuju arah utara hingga kawasan bawah tebing Pura Uluwatu.

BACA JUGA:  MENAKER Yassierli Respons Potensi PHK di Sejumlah Daerah, Kemnaker Siapkan Pemantauan dan Mediasi

Sekitar pukul 17.00 WITA, air laut mulai pasang sehingga jalur yang mereka lalui tertutup. Ketiganya kemudian bertahan di atas batu karang sambil menunggu pertolongan. Dalam situasi tersebut, Mansur memutuskan berenang menuju lokasi yang lebih aman. Setelah berhasil keluar, ia segera melaporkan dua rekannya yang masih terjebak kepada pihak berwenang.

Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 20.40 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Bali langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel begitu menerima informasi adanya korban yang terjebak.

“Benar, laporan kita terima sekitar pukul 20.40 WITA dan langsung kita terjunkan tim rescue menuju lokasi kejadian,” ujarnya, Minggu (28/6).

BACA JUGA:  Buruh Hyundai Korea Selatan Mogok Kerja, Tolak Rencana Penggunaan 25.000 Robot Humanoid

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan koordinasi sekaligus meninjau titik evakuasi dari atas tebing. Namun, proses penyelamatan tidak dapat dilakukan pada malam hari karena keterbatasan jarak pandang serta kondisi medan yang berbahaya.

Meski demikian, kedua korban dipastikan berada dalam kondisi aman dan masih dapat berkomunikasi dengan tim penyelamat. Evakuasi akhirnya dilaksanakan pada Minggu (28/6) sekitar pukul 06.00 WITA saat kondisi memungkinkan.

Kita terkendala jarak pandang, namun korban masih berada pada posisi aman dan masih dapat berkomunikasi. Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dengan selamat, kondisi keduanya masih stabil, selanjutnya langsung dibawa menuju Balai Desa Pecatu,” jelas I Nyoman Sidakarya.

BACA JUGA:  PT Molex Ayus Laporkan Dugaan Perusakan Gerbang Pabrik saat Aksi Buruh ke Polresta Tangerang

Operasi penyelamatan berlangsung lancar berkat koordinasi tim SAR gabungan yang mengutamakan keselamatan personel maupun korban. Setelah dievakuasi, Rendi dan Tarmuji langsung dibawa ke Balai Desa Pecatu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.  (Sumber: Nusabali)

@kg_krd