Internasional

Buruh Indonesia Minta Regulasi AI Berkeadilan: Kemajuan Teknologi Tak Boleh Mengorbankan Pekerja

270
×

Buruh Indonesia Minta Regulasi AI Berkeadilan: Kemajuan Teknologi Tak Boleh Mengorbankan Pekerja

Sebarkan artikel ini
Indonesia menunjukkan kekuatan dialog sosial di panggung internasional. Dalam Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 yang berlangsung di Jenewa, Swiss

JENEWA – Indonesia menunjukkan kekuatan dialog sosial di panggung internasional. Dalam Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, Senin (8/6/2026), delegasi Indonesia tampil kompak membawa pesan bahwa kemajuan teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Delegasi yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja menyampaikan pandangan yang relatif senada mengenai masa depan dunia kerja.

Tiga isu utama mengemuka, yakni pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penciptaan lapangan kerja, serta perlindungan pekerja di era ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Yassierli menegaskan AI harus dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas manusia.

Pemerintah juga memaparkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia, termasuk Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi Nasional yang menargetkan ratusan ribu peserta.

BACA JUGA:  Kebakaran Hebat Landa Kawasan Industri, Enam Bangunan Hangus

Dari unsur pengusaha, APINDO menilai penciptaan lapangan kerja tetap menjadi prioritas utama. Regulasi ketenagakerjaan, menurut mereka, harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha.

Sementara itu, delegasi serikat pekerja menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan hak, suara maupun martabat pekerja.

Pengaturan penggunaan AI dan perlindungan pekerja platform digital menjadi salah satu perhatian utama yang disampaikan dalam forum tersebut.

Menariknya, ketiga unsur delegasi Indonesia sama-sama menekankan pentingnya dialog sosial sebagai fondasi penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.

Kesamaan sikap ini dinilai mencerminkan kuatnya praktik tripartisme Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia kerja global.

Selain membahas isu ketenagakerjaan, delegasi Indonesia juga menyampaikan solidaritas terhadap rakyat Palestina serta mendukung upaya pemulihan lapangan kerja bagi masyarakat yang terdampak konflik.

BACA JUGA:  Di Forum Buruh Dunia, Menaker Paparkan Jurus Prabowo Agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

Kekompakan yang ditunjukkan Indonesia dalam forum ILO tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen untuk membangun dunia kerja yang produktif, inklusif dan berkeadilan di tengah derasnya transformasi teknologi global. (fajar)