Nasional

Badai PHK Menghantam Industri Tekstil, Pekerja Kontrak Mulai Diputus

92
×

Badai PHK Menghantam Industri Tekstil, Pekerja Kontrak Mulai Diputus

Sebarkan artikel ini

Layoffs Hit Textile Industry, Contract Workers Begin to Be Laid Off

JAKARTA – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menghantam sejumlah sektor industri sepanjang tahun ini. Dari berbagai sektor yang terdampak, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) disebut menjadi salah satu yang paling terpukul.

Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi), Redma Gita Wirawasta, mengatakan tekanan yang dihadapi industri hulu tekstil semakin berat seiring pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap arus kas perusahaan, terutama karena sebagian besar bahan baku industri tekstil masih bergantung pada impor.

Menurut Redma, melemahnya rupiah memicu kenaikan harga bahan baku sehingga beban produksi perusahaan ikut melonjak. Dalam situasi ini, banyak perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian operasional agar arus kas tetap terjaga.

BACA JUGA:  Dasco Desak Pertamina Temui Buruh dalam 48 Jam, 55.000 Pekerja Terancam PHK Akibat Krisis Gas Industri

“Untuk mengelola cashflow-nya agar tetap berputar, banyak perusahaan sudah menurunkan pembelian bahan baku dan produksinya. Belum pada tahap PHK, tetapi sudah banyak pekerja kontrak yang diputus,” ujar Redma.

Ia menjelaskan, langkah pengurangan pembelian bahan baku dan penurunan volume produksi menjadi pilihan yang diambil pelaku industri untuk menahan tekanan biaya. Namun, kebijakan tersebut berimbas pada berkurangnya kebutuhan tenaga kerja, terutama pekerja dengan status kontrak yang lebih dulu terkena dampak.

Situasi ini menambah daftar panjang persoalan yang membelit industri TPT nasional. Selain dibayangi pelemahan daya beli dan ketatnya persaingan produk impor, pelaku usaha kini juga harus menghadapi lonjakan biaya produksi akibat tekanan kurs.

BACA JUGA:  PHK Massal Mengintai, DPR Desak Pertamina Segera Benahi Pasokan dan Harga Gas

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa intervensi kebijakan yang mampu menopang industri, bukan tidak mungkin gelombang PHK akan meluas, tidak hanya menyasar pekerja kontrak tetapi juga pekerja tetap. Para pelaku industri pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas kurs, menekan biaya bahan baku, serta memberikan dukungan bagi industri padat karya agar tidak semakin terpuruk.

Industri tekstil selama ini menjadi salah satu sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, tekanan yang terjadi di sektor ini dinilai berpotensi memicu dampak sosial yang lebih luas apabila tidak segera ditangani. @kg_krd