DaerahPendidikan

Putri Buruh Terasi Asal Rembang Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo Semarang

71
×

Putri Buruh Terasi Asal Rembang Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo Semarang

Sebarkan artikel ini

The daughter of a shrimp paste worker from Rembang earned a doctorate from Walisongo State Islamic University (UIN) Semarang.

Mamluatur Rahmah menerima Ijazah setelah menyelesaikan ujian Promosi Doktor, Rabu, 10 Juni 2026 di Gedung Sidang Promosi Pascasarjan UIN Walisongo Semarang

Semarang, 10 Juni 2026 – Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Mamluatur Rahmah untuk menggapai pendidikan setinggi mungkin. Putri seorang buruh terasi asal Desa Bonang, Kabupaten Rembang, ini berhasil meraih gelar doktor setelah menyelesaikan studi Program Doktor (S3) di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

Rahmah resmi menyandang gelar doktor usai menjalani sidang promosi doktor yang digelar pada Rabu (10/6/2026) di Gedung Pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tertinggi.

Dalam keterangannya setelah sidang, Rahmah mengaku kerap menghadapi stigma yang masih melekat terhadap perempuan yang menempuh pendidikan tinggi.

“Banyak yang bilang, ‘Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti ujungnya di dapur juga.’ Tapi saya ingin membuktikan bahwa perempuan, dari latar belakang ekonomi apa pun, berhak memiliki intelektualitas,” ujarnya.

Pada disertasinya, Dr. Mamluatur Rahmah mengkaji fenomena psikologis terkait tingkat kecemasan kematian pada lanjut usia (lansia) di Pondok Pesantren Payaman, Magelang. Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi dan kesehatan mental, khususnya pada kelompok lansia di lingkungan pesantren.

BACA JUGA:  Indonesia Serukan Kerja Layak dan AI Berbasis Kemanusiaan di ILC 114 Jenewa

Keberhasilan Rahmah menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad dan kemauan kuat.

“Jangan pernah membatasi mimpi kalian hanya karena melihat dompet orang tua. Selama ada peluang dan kemauan, pasti ada jalan. Pemerintah sudah menyediakan banyak fasilitas seperti BIB ini. Tugas kita hanya belajar lebih keras dari orang lain dan jangan pernah melupakan doa orang tua,” pungkas Rahmah, istri dari Abdus Salam.

Kisah Dr. Mamluatur Rahmah menjadi contoh nyata bahwa kerja keras, dukungan keluarga, dan pemanfaatan program beasiswa dapat mengantarkan seseorang menembus berbagai keterbatasan hingga mencapai puncak pendidikan akademik.  @kg_krd

BACA JUGA:  PLN Batam dan Equator Gate System Perkuat Ekosistem Digital melalui Pembangunan Data Center di Bata