Internasional

Laba Anjlok 93%, Porsche Siapkan Gelombang Baru PHK dan Pangkas Ribuan Karyawan

86
×

Laba Anjlok 93%, Porsche Siapkan Gelombang Baru PHK dan Pangkas Ribuan Karyawan

Sebarkan artikel ini

Profit Plummets 93%: Porsche Prepares New Wave of Layoffs, Cutting Thousands of Jobs

Ilustrasi Porsche 911 GT3 (porsche.com)

STUTTGART — Produsen mobil sport asal Jerman, Porsche, bersiap meluncurkan gelombang baru Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai bagian dari strategi restrukturisasi skala besar. Langkah efisiensi ini diambil setelah dewan pengawas menyetujui paket transformasi komprehensif guna memulihkan kinerja bisnis perusahaan yang tengah melesu.

Melansir Carscoops, Porsche bukan satu-satunya entitas di bawah naungan Volkswagen Group yang memperketat ikat pinggang. Di bawah kepemimpinan CEO baru, Michael Leiters, Porsche berencana memangkas sekitar 5.000 hingga 6.000 karyawan secara bertahap hingga tahun 2035.

Jumlah tersebut menambah deretan efisiensi sebelumnya, di mana Porsche telah merencanakan pengurangan 3.900 pekerja saat masih dipimpin oleh Oliver Blume. Rencana rincinya dijadwalkan akan dipaparkan secara resmi kepada seluruh karyawan pada pekan depan.

BACA JUGA:  Tambang Batu Bara Meledak, 90 Buruh Tewas

Dampak Anjloknya Laba dan Efisiensi Manajemen

Michael Leiters mengambil alih kemudi Porsche setelah sempat menjabat sebagai CEO McLaren selama hampir tiga tahun. Ia menggantikan Oliver Blume yang sebelumnya memegang dua jabatan sekaligus sebagai pimpinan Volkswagen Group dan Porsche.

Selama bertahun-tahun, Porsche selalu menjadi “anak emas” sekaligus penyumbang keuntungan terbesar bagi Volkswagen Group lewat lini kendaraan mewahnya. Namun, pilar tersebut goyah setelah laba operasional Porsche anjlok drastis hingga 93% pada tahun lalu.

Penurunan drastis ini dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Hambatan Perdagangan: Dampak penerapan tarif perdagangan internasional.

  • Pasar China Melesu: Melemahnya angka penjualan di pasar utama Asia.

  • Beban Investasi EV: Tingginya pengeluaran dana untuk riset dan pengembangan kendaraan listrik (Electric Vehicle).

BACA JUGA:  Gelombang PHK Hantam Raksasa Teknologi, TikTok Tutup Kantor di Nashville dan Pangkas Seluruh Karyawan Lokal

Perubahan Strategi: Tinggalkan Eksklusivitas Mobil Listrik

Guna membalikkan keadaan, Leiters menegaskan bahwa Porsche akan mengalihkan fokus pada model-model dengan margin keuntungan tinggi—seperti Porsche 911—sambil merampingkan portofolio produk. Porsche juga secara tegas tidak lagi mengejar volume penjualan semata.

Restrukturisasi ini membawa perubahan signifikan pada strategi elektrifikasi Porsche. Proyek mobil listrik yang sebelumnya membebani keuangan tanpa memberikan hasil optimal mulai dievaluasi ketat:

Perubahan Model Utama:

  • Porsche 718 Boxster & Cayman: Tidak lagi dikomitmenkan hadir secara eksklusif dalam versi listrik (BEV).

  • SUV Flagship K1: Batal dipasarkan secara khusus sebagai mobil listrik penuh.

Sebagai gantinya, SUV K1 batal menggunakan Scalable Systems Platform milik Volkswagen dan beralih ke Premium Platform Combustion. Platform anyar ini mendukung fleksibilitas dapur pacu, mulai dari mesin konvensional V6, V8, hingga berbagai varian hibrida (hybrid).

BACA JUGA:  Tokopedia Sudah Tiga Kali PHK dalam Dua Tahun, Restrukturisasi Disebut Demi Efisiensi

Langkah agresif ini menjadi fondasi baru Porsche untuk menyesuaikan jajaran produknya dengan realita permintaan pasar global, sekaligus memulihkan tingkat profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang. (Sumber : Beritasatu.com)