NasionalPendidikan

Pemprov Jabar Gandeng 26 Perusahaan, Perkuat Link and Match SMK Maung dengan Dunia Industri

124
×

Pemprov Jabar Gandeng 26 Perusahaan, Perkuat Link and Match SMK Maung dengan Dunia Industri

Sebarkan artikel ini

West Java Partners with 26 Companies to Strengthen Industry Linkages for Maung Vocational Schools

ILUSTRASI - Sekolah Maung Jawa Barat

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap kerja. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengelola Sekolah Manusia Unggul (SMK Maung) dengan 26 perusahaan dari berbagai bidang usaha.

Kerja sama ini bertujuan menyelaraskan proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan penandatanganan MoU tersebut melibatkan 13 SMK Maung dan puluhan perusahaan yang berasal dari berbagai sektor. Beberapa perusahaan yang turut berpartisipasi antara lain PT Solu Filantropi Teknologi, PT Usaha Adi Sanggoro, Hotel Novotel Bogor, serta PT Sepa Coklat Indonesia.

BACA JUGA:  Kapolri Dialog dengan KBPBI, Bahas Aspirasi Buruh dalam Penyusunan RUU Ketenagakerjaan

Menurut Purwanto, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam membangun kemitraan pendidikan vokasi karena terdapat sekitar 1.123 perusahaan industri yang dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK. Sementara itu, 13 SMK Maung yang telah beroperasi saat ini memiliki 99 konsentrasi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Industri bisa menjadi living lab bagi anak-anak sehingga mereka memahami secara langsung keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Melalui konsep tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif, mulai dari praktik industri, pengembangan kompetensi, hingga pembentukan budaya kerja profesional sejak masih berada di bangku sekolah.

BACA JUGA:  Pemkab Cirebon Perkuat Iklim Investasi, Bidik Lapangan Kerja Lebih Luas Lewat Forum Konsultasi Publik

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku usaha merupakan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan yang akan dihadapi Indonesia pada masa mendatang.

Ia menegaskan, lulusan SMK harus dipersiapkan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kewirausahaan.

Menurut Herman, Indonesia diproyeksikan memasuki periode bonus demografi dalam lima tahun mendatang. Momentum tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dengan meningkatkan kualitas generasi muda agar memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

“Anak-anak kita nanti pada 2045 menjadi future leader, menjadi para pemimpin masa depan, bukan sebaliknya menjadi beban masa depan,” kata Herman.

Ia menambahkan, bonus demografi akan menjadi peluang besar apabila didukung oleh kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kerja yang memadai. Sebaliknya, apabila tidak dikelola secara tepat, Indonesia berpotensi menghadapi risiko terjebak dalam middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah.

BACA JUGA:  Penjualan BYD Tembus Ribuan Unit Meski Impor Minim, Pabrik Subang Diduga Mulai Produksi Terbatas

Melalui penguatan kemitraan antara SMK Maung dan dunia industri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tercipta ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja, sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

(Sumber – detik.com)