Update

Rupiah Jebol Level Rp18.000 per Dolar AS Pagi ini

13
×

Rupiah Jebol Level Rp18.000 per Dolar AS Pagi ini

Sebarkan artikel ini

Rupiah Breaks Rp18,000 per US Dollar This Morning

Pada perdagangan pagi hari Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara resmi melewati ambang batas psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berikut adalah rangkuman perkembangan kondisi pasar, faktor penyebab, serta langkah antisipasi yang diambil oleh otoritas moneter dan fiskal:

  1. Perkembangan Pergerakan Kurs di Pasar Keuangan
  • Data Investing: Pada Kamis pagi, dolar AS terpantau mengalami kenaikan sebesar 49,4 basis poin atau menguat 0,28% ke posisi Rp18.015. Kisaran pergerakan harian rupiah berada di level Rp17.937 hingga titik terlemahnya di Rp18.024 per dolar AS.
  • Data Google Finance: Dolar AS sempat menyentuh angka tertinggi di Rp18.010 pada pukul 06.23 WIB (23.23 UTC), sebelum akhirnya mengalami sedikit koreksi ke level Rp17.971 pada pukul 07.15 WIB.
  • Data Bloomberg: Mencatat penguatan harian dolar AS sebesar 0,71% dengan posisi penutupan terakhir di level Rp17.966 per dolar AS.
  1. Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
BACA JUGA:  SPSI ikut memeperingati hari lingkungan hidup Sedunia di BUPERTA Cibubur

Pelemahan tajam rupiah didorong oleh kombinasi sentimen geopolitik global dan dinamika pasar domestik:

  • Eskalasi Konflik Timur Tengah: Ketegangan bersenjata meningkat setelah militer Israel melanjutkan operasi ofensif di Lebanon selatan, ditambah dengan adanya laporan penembakan rudal balistik oleh Iran ke wilayah Kuwait dan Bahrain.
  • Kebuntuan Diplomasi: Ketidakpastian diplomatik antara Washington dan Teheran semakin memburuk setelah adanya laporan media lokal mengenai tidak adanya komunikasi langsung antara kedua belah pihak dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memicu investor global memindahkan portofolio mereka ke aset aman (safe-haven) berupa dolar AS.
  • Efek Sementara Kebijakan DHE: Sentimen positif dari penerapan aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang sempat menguatkan rupiah ke level Rp17.805 pada awal pekan terbukti hanya berdampak jangka pendek dan tidak mampu membendung tekanan eksternal yang masif.
  1. Klarifikasi Kementerian Keuangan dan Kondisi APBN
BACA JUGA:  Pabrik di Depok Gulung Tikar, 350 Karyawan Terkena PHK

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu spekulatif di pasar saham dan media sosial yang memperburuk sentimen rupiah :

  • Bantahan Rumor Stress Test: Menkeu menegaskan tidak pernah menginstruksikan industri perbankan nasional untuk melakukan uji ketahanan (stress test) menghadapi skenario rupiah di atas Rp18.000.
  • Kesehatan Fiskal Terjaga: Kementerian Keuangan memaparkan bukti ketahanan APBN per Mei 2026, di mana defisit anggaran sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat sangat rendah yakni hanya 0,7% dari PDB. Selain itu, posisi surplus primer mencatatkan hasil positif dan penerimaan dari sektor perpajakan bertumbuh ekspansif di atas 22% secara tahunan.
  1. Respons Defensif Bank Indonesia (BI)

Kementerian Keuangan menyerahkan otoritas penuh stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan langkah-langkah taktis yang dijalankan bank sentral :

  • Intervensi Pasar: BI berkomitmen mengoptimalkan seluruh instrumen bauran moneter di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan baik dan likuiditas valas tetap terjaga.
  • Batasan Transaksi Spekulatif: BI memperketat pengawasan melalui pembatasan (threshold) transaksi pembelian valuta asing tunai tanpa dokumen pendukung (underlying asset) maksimal sebesar US$25.000 per nasabah setiap bulannya.
  • Optimalisasi Transaksi Mata Uang Lokal (LCT): BI terus menggalakkan pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS melalui skema kerja sama LCT yang saat ini telah aktif berjalan bersama sejumlah negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. @kg_krd)
BACA JUGA:  Delegasi ILC ke-114 Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina di Broken Chair Jenewa