Daerah

Pemkot Balikpapan Targetkan TPT Tetap di Level 5,8 Persen di Tengah Ancaman PHK dan Perlambatan Ekonomi

230
×

Pemkot Balikpapan Targetkan TPT Tetap di Level 5,8 Persen di Tengah Ancaman PHK dan Perlambatan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Balikpapan City Government Aims to Keep Unemployment Rate at 5.8% Amid Layoff Threats and Economic Slowdown

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar -disway.id

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2026 tetap berada di angka 5,8 persen. Target tersebut dinilai realistis di tengah perlambatan ekonomi global serta mulai munculnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan, khususnya sektor pertambangan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan tantangan ketenagakerjaan tahun ini semakin kompleks. Selain terus bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun, pemerintah juga mulai menerima laporan PHK dari sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

“Kalau bisa bertahan saja sudah bagus. Kalau berkurang tentu itu yang kami harapkan. Tetapi sekarang kita juga melihat kondisi geopolitik global yang berdampak terhadap dunia usaha,” ujar Adamin usai pembukaan Job Market Fair (JMF) 2026 di BSCC Dome, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA:  Bendahara Partai Buruh Sumut Sri Astuti Mundur, Pilih Kembali Fokus di KSPSI AGN dan ORI

Menurutnya, perusahaan yang melaporkan PHK umumnya merupakan perusahaan pertambangan yang berkantor pusat di Balikpapan, meskipun lokasi operasionalnya berada di luar daerah. Meski demikian, kondisi tersebut tetap memengaruhi data ketenagakerjaan Kota Balikpapan sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Adamin menjelaskan, upaya menjaga tingkat pengangguran tidak hanya bergantung pada tersedianya lapangan kerja baru. Pemerintah juga harus mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya dengan penempatan tenaga kerja yang memadai.

Karena itu, selain mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor formal, Disnaker juga terus mengoptimalkan sektor informal sebagai salah satu solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran.

“Kalau bisa mengurangi sekitar 10 sampai 20 persen tentu sudah membantu. Yang informal juga tetap kita harapkan bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

BACA JUGA:  Diduga Kerap Berkata Kasar dan Gunakan Kaki Saat Memberi Perintah, 3.400 Buruh PT Sun Suka Abadi Sukabumi Mogok Kerja Tuntut Kepala Produksi Mundur

Sebagai bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja, Pemkot Balikpapan kembali menggelar Job Market Fair (JMF) 2026 selama dua hari, pada 14–15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung, sekaligus mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja.

Melalui penyelenggaraan bursa kerja dan berbagai program ketenagakerjaan lainnya, Pemkot Balikpapan berharap mampu menjaga stabilitas pasar kerja di tengah tantangan ekonomi global serta meminimalkan dampak PHK terhadap tingkat pengangguran di kota tersebut. (Sumber : Disway.id)