Daerah

Pasar Bersih Jambu Dua Bogor Jadi Laboratorium UMKM Kuliner, Wadah Pelaku Usaha untuk Bangkit

100
×

Pasar Bersih Jambu Dua Bogor Jadi Laboratorium UMKM Kuliner, Wadah Pelaku Usaha untuk Bangkit

Sebarkan artikel ini

Pasar Bersih Jambu Dua Bogor Becomes a Culinary MSME Laboratory, Providing a Platform for Entrepreneurs to Bounce Back

ILUSTRASI-UMKM Bangkit dari PHK di Pasar Bersih Jambu Dua Kota Bogor

BOGOR — Pasar Bersih Jambu Dua di Kota Bogor terus berkembang tidak hanya sebagai pusat perdagangan bahan pangan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.

Transformasi Pasar Induk Jambu Dua menjadi Pasar Bersih Jambu Dua kini menunjukkan perkembangan positif. Selain menghadirkan pasar basah yang menyediakan buah, sayuran, serta berbagai kebutuhan bahan makanan, kawasan tersebut juga dilengkapi sentra kuliner yang diisi ratusan pelaku UMKM.

Sentra kuliner tersebut bahkan berkembang menjadi salah satu ruang usaha yang menarik perhatian masyarakat Bogor dan wilayah Jabodetabek. Kehadirannya sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk memulai maupun mengembangkan bisnis dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

Pengembangan kawasan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama investor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).

Melalui konsep tersebut, para pelaku UMKM diberikan ruang untuk tumbuh dengan dukungan fasilitas serta skema insentif. Model ini dinilai dapat membantu pelaku usaha yang memiliki keterbatasan modal sekaligus menekan risiko ketika baru memulai bisnis.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, keberadaan sentra kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang usaha yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

BACA JUGA:  Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram

Saat mengunjungi kawasan tersebut pada Sabtu (19/9/2026), Dedie berbincang dengan sejumlah pedagang. Dari pertemuan tersebut, ia menemukan kisah pelaku UMKM yang kembali bangkit setelah sebelumnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Dedie, kondisi PHK dapat memberikan tekanan besar terhadap perekonomian seseorang. Namun, peluang usaha yang tersedia di Pasar Bersih Jambu Dua menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk kembali memperoleh penghasilan.

“Pelaku UMKM ini salah satunya ada yang mengalami PHK. Melihat peluang di Pasar Jambu Dua, daya juangnya kembali bangkit. Padahal kita tahu, PHK itu satu kondisi yang berat bagi perekonomian seseorang,” kata Dedie.

Ia mengatakan, masyarakat yang kehilangan pekerjaan sering kali ingin kembali berusaha, tetapi terkendala tingginya biaya untuk mendapatkan tempat usaha.

“Makanya kita fasilitasi di sini dengan memberikan insentif,” ujarnya.

Berikan Ruang bagi Pelaku Usaha Rintisan

Dedie menjelaskan, konsep pemberdayaan UMKM di Pasar Bersih Jambu Dua dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha rintisan atau startup yang baru belajar menjalankan bisnis.

BACA JUGA:  Dari Buruh, Mahasiswa hingga Pegawai BUMN, 15 Pengedar Obat Keras Jaringan Lintas Daerah Diwakut Polres Sukabumi

Menurutnya, keterbatasan modal yang dimiliki pelaku usaha pemula perlu diimbangi dengan risiko usaha yang tidak terlalu besar. Karena itu, pemerintah bersama pihak terkait memberikan dukungan melalui skema insentif.

“Ini adalah wujud nyata keberpihakan dan kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Ada pemerintah yang hadir menemani, merangkul untuk bangkit, berusaha, dan berkembang,” kata Dedie.

Ia menambahkan, model tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang terdampak PHK. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan pekerja yang ingin beralih menjadi pengusaha maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kondisi ekonominya melalui kegiatan usaha.

“Jadi modelnya itu pemerintah memberikan insentif kepada startup, kepada mereka yang baru mulai belajar usaha dengan model terbatas. Karena untuk berkembang dan maju, modal yang terbatas itu harus dibarengi dengan risiko yang kecil,” jelasnya.

“Makanya kita bantu dengan insentif. Asalkan ada kemauan, tenaga, dan kesempatan yang sama diberikan kepada mereka yang mau berusaha bangkit,” sambung Dedie.

Berpotensi Jadi Model Pemberdayaan UMKM

Keberadaan Pasar Bersih Jambu Dua sebagai laboratorium UMKM kuliner juga dinilai memiliki potensi untuk menjadi model yang dapat dipelajari dan diterapkan di daerah lain.

BACA JUGA:  Mentan Ajak Investor Bangun 20 Peternakan Sapi Perah Modern, Targetkan Swasembada Susu Nasional

Konsep tersebut menggabungkan aktivitas perdagangan pasar dengan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha kuliner secara kolektif. Dengan dukungan pemerintah, pengelola pasar, investor, serta masyarakat, kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang terdampak PHK, keberadaan ruang usaha seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun kembali sumber pendapatan. Sementara bagi pelaku usaha pemula, fasilitas dengan biaya dan risiko yang lebih terjangkau dapat menjadi tahap awal sebelum mengembangkan bisnis ke skala yang lebih besar.

Dedie menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang memungkinkan para pelaku usaha saling mendukung.

“Artinya, modal kebersamaan ini yang bisa membuat segala mimpi itu terwujud. Dengan usaha bersama secara kolektif, laboratorium UMKM kuliner ini dapat tumbuh, maju, dan berkembang,” pungkasnya.

(Sumber : bogor.viva.co.id)