Daerah

Bupati Brebes Bantu Bebaskan Biaya Persalinan dan Perawatan Bayi Prematur Keluarga Tak Mampu

315
×

Bupati Brebes Bantu Bebaskan Biaya Persalinan dan Perawatan Bayi Prematur Keluarga Tak Mampu

Sebarkan artikel ini

Brebes Regent Helps Waive Delivery and Premature Baby Care Costs for Underprivileged Family

Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Ibu Bayi Prematur di Bumiayu Dibantu Bupati Brebes-Gambar Ilustrasi AI

BREBES – Kesulitan biaya persalinan yang dialami Najiba Dara Niggar (30), warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mendapat perhatian Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan pembebasan biaya persalinan dan perawatan bayi Najiba di RSUD Bumiayu.

Bantuan tersebut diberikan setelah Najiba menghadapi kesulitan membiayai persalinan anak pertamanya yang lahir prematur dan membutuhkan perawatan intensif. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya kebingungan, terlebih suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

Di sisi lain, kepesertaan BPJS Kesehatan milik Najiba terkendala tunggakan iuran sehingga keluarga tersebut semakin kesulitan mendapatkan akses pembiayaan perawatan.

“Saya memang tidak mampu dan tidak punya biaya. BPJS juga nunggak,” ungkap Najiba.

Sebelum mendapatkan bantuan, keluarga Najiba telah berupaya mencari pertolongan, termasuk melalui pemerintah desa. Upaya tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemkab Brebes hingga biaya persalinan dan perawatan bayinya di RSUD Bumiayu dibebaskan.

BACA JUGA:  Harga Cabai di Semarang Tembus Rp75 Ribu per Kg, Warga dan Buruh Keluhkan Daya Beli Tertekan

Najiba mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, pembebasan biaya tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi. Ia juga menerima bingkisan dari pihak rumah sakit.

“Bantuan ini sangat tidak ternilai untuk saya. Semoga Bupati Brebes, Ibu Paramitha Widya Kusuma diberi kesehatan dan kelancaran bertugas,” ujarnya.

Bayi Najiba lahir pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan berat badan 1,8 kilogram dan panjang 43 sentimeter. Hingga kini, bayi tersebut masih menjalani perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Bumiayu untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bumiayu, Hero Irawan, mengatakan rumah sakit memberikan pembebasan biaya persalinan dan perawatan kepada pasien dari keluarga tidak mampu, termasuk bayi yang membutuhkan penanganan medis intensif.

“Kami berikan dukungan penuh dan memudahkan pengurusan BPJS hingga tidak ada kesulitan lagi,” kata dr. Hero.

BAZNAS Brebes Usulkan Bantuan Perbaikan Rumah

Selain mendapat perhatian dari Pemkab Brebes dan RSUD Bumiayu, keluarga Najiba juga memperoleh perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes.

BACA JUGA:  Penumpang BRT Trans Semarang Mengaku Dimaki dan Diancam, Petugas Berujung PHK

Wakil Ketua IV BAZNAS Brebes, Mujib Shodiq Sukhaimi atau Gus Mujib, bersama tim mengunjungi RSUD Bumiayu pada Jumat, 16 Oktober 2026, untuk melihat secara langsung kondisi Najiba dan bayinya.

Setelah mengunjungi rumah sakit, tim BAZNAS mendatangi kediaman keluarga Najiba di Desa Kalierang. Dari kunjungan tersebut, mereka mendapati rumah yang ditempati keluarga itu dalam kondisi tidak layak huni.

BAZNAS Brebes berencana mengusulkan bantuan perbaikan rumah bagi keluarga Najiba agar mereka dapat tinggal di tempat yang lebih layak.

Bantuan dari pemerintah daerah, rumah sakit, dan BAZNAS tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga Najiba, terutama dalam memenuhi kebutuhan perawatan bayi serta memperbaiki kondisi kehidupan keluarga yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi. (Sumber : puskapik.com)

BACA JUGA:  1.335 Warga Kota Tasikmalaya Alami Gangguan Jiwa Sepanjang 2026, Tekanan Ekonomi hingga Masalah Keluarga Jadi Pemicu