Update

Pabrik di Depok Gulung Tikar, 350 Karyawan Terkena PHK

12
×

Pabrik di Depok Gulung Tikar, 350 Karyawan Terkena PHK

Sebarkan artikel ini

Factory in Depok Rolls Mats, 350 Employees Face Layoffs

 

Depok – Kabar penutupan operasional PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 350 karyawan mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap terkait kondisi perusahaan tersebut.

Saat dimintai tanggapan mengenai PHK massal yang terjadi di perusahaan berorientasi ekspor tersebut, Yassierli mengatakan bahwa dirinya akan terlebih dahulu menerima laporan dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah yang saat ini tengah melakukan penelusuran dan tindak lanjut atas laporan yang diterima.

“Ya sama juga, nanti saya dengar, saya belum ini… saya tunggu dari Pak Wamen dulu deh,” ujar Yassierli saat ditemui pada Selasa (26/5/2026).

BACA JUGA:  48 Ribu Buruh Batal Mogok Massal, Bonus Rp7,3 Miliar Akhirnya Dibayarkan

Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang muncul di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan yang diharapkan dapat membantu dunia usaha bertahan sekaligus menjaga stabilitas lapangan kerja.

Penutupan PT Xacti Indonesia diduga dipengaruhi oleh memburuknya kondisi ekonomi global. Konflik dan perang di sejumlah wilayah dunia telah menyebabkan harga bahan baku impor yang dibeli menggunakan dolar Amerika Serikat melonjak tajam. Kenaikan biaya bahan baku tersebut berdampak langsung pada meningkatnya ongkos produksi perusahaan.

Di sisi lain, pasar ekspor yang menjadi tumpuan utama perusahaan juga mengalami perlambatan. Permintaan dari luar negeri yang melemah membuat daya saing perusahaan semakin tertekan. Sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor, PT Xacti Indonesia menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan operasional di tengah tingginya biaya produksi dan lesunya pasar global.

BACA JUGA:  Sembilan Tokoh Jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Kondisi tersebut akhirnya memaksa perusahaan menghentikan kegiatan operasionalnya dan melakukan PHK terhadap sekitar 350 pekerja. Pemerintah saat ini masih memantau perkembangan situasi serta memastikan hak-hak para pekerja yang terdampak dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penutupan PT Xacti Indonesia menambah daftar perusahaan yang terdampak tekanan ekonomi global sepanjang tahun 2026. Pengamat menilai, pemulihan pasar ekspor dan stabilitas harga bahan baku menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan industri manufaktur nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.    (@kg_krd)