JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi petani di Indonesia yang dinilainya semakin memprihatinkan. Menurutnya, sebagian besar petani saat ini tidak lagi memiliki lahan garapan sendiri sehingga beralih menjadi buruh tani.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas dalam Rapat Koordinasi Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Zulhas mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya upaya pemberdayaan petani selama bertahun-tahun. Ia membandingkan situasi saat ini dengan masa pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto, ketika Indonesia disebut mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa bergantung pada impor.
“Pada zaman Pak Harto kita tidak mengenal impor. Kita selalu produksi. Berbeda dengan tahun 2024, beras, gula, hingga kedelai untuk membuat tempe dan tahu saja masih diimpor,” ujar Zulhas.
Menurutnya, tingginya ketergantungan terhadap impor pangan menjadi salah satu indikator bahwa sektor pertanian nasional belum berhasil memperkuat kesejahteraan petani.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dapat ditelusuri melalui Badan Pusat Statistik (BPS), kepemilikan lahan oleh petani terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.
“Data-data itu menunjukkan artinya tidak ada pemberdayaan kepada petani kita. Bapak lihat Google, tanya BPS, bisa dicek. Kalau tahun 2000-an petani kita itu punya kebun, punya lahan sawah. Sekarang Bapak-Ibu boleh cek, 70 persen petani Indonesia berubah menjadi buruh tani,” kata Zulhas.
Karena itu, pemerintah, lanjutnya, harus lebih berpihak kepada petani dalam menyusun kebijakan pangan nasional. Menurutnya, keberpihakan terhadap petani harus menjadi prioritas meskipun terdapat tantangan lain, termasuk potensi kenaikan inflasi.
“Saya setia kepada perjuangan, setia kepada cita-cita, setia kepada nilai yang diperjuangkan bersama. Nanti inflasi tinggi, kita punya cara lain untuk mengatasi, tapi berpihak dulu. Itulah perintah konstitusi, perintah Undang-Undang Dasar,” tegasnya.
Pernyataan Zulhas tersebut menjadi penegasan pentingnya penguatan sektor pertanian melalui pemberdayaan petani, peningkatan kepemilikan lahan produktif, serta kebijakan yang mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas pangan strategis.(Sumber : Detik.com)











