Nasional

Teteskan Air Mata di Istana, Ibu Buruh Tani Bangga Putrinya Sukses Bertugas di Paskibraka Nasional 2026

89
×

Teteskan Air Mata di Istana, Ibu Buruh Tani Bangga Putrinya Sukses Bertugas di Paskibraka Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

Shedding Tears at the Palace, Farm Laborer's Mother Proud as Daughter Successfully Serves in the 2026 National Paskibraka

Ismi Ulfaida, anak buruh tani sekaligus siswa Sekolah Rakyat asal Sulawesi Barat, sukses ukir prestasi di barisan Paskibraka Nasional 2026.(DOK. Humas Kemensos)

JAKARTA — Tangis haru tak kuasa dibendung Suburia dari sudut tribun Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Perempuan asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) tersebut tak henti-hentinya memandangi putri tercintanya, Ismi Ulfaida, yang berdiri tegap dalam barisan Paskibraka Nasional pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ismi mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya siswa Sekolah Rakyat asal Polewali Mandar yang lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026. Dalam upacara kenegaraan tersebut, ia mengemban amanah penting sebagai cadangan pembawa baki di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Suburia dan suaminya, Rahman, yang sehari-hari mencari nafkah sebagai buruh tani, bisa menyaksikan langsung putri mereka bertugas di Istana Negara merupakan momen langka yang tak pernah disangka sebelumnya.

“Langsung terharu, Pak, menangis ketika mendengar anak lolos (Paskibraka),” ujar Suburia dalam keterangan tertulisnya.

Ia menceritakan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak pernah menyurutkan tekad Ismi untuk mengejar cita-cita. Di rumah, Ismi dikenal sebagai anak yang sabar, penurut, dan rajin membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Selain itu, Suburia juga melihat perubahan positif pada diri Ismi setelah menimba ilmu selama satu tahun di Sekolah Rakyat, terutama dalam hal ketaatan beribadah.

BACA JUGA:  PT Inhutani I Buka Lowongan Kerja Karyawan Tetap untuk SMA/SMK, D3, dan S1: Cek Posisi dan Cara Daftarnya!

Menyisihkan 119 Ribu Pendaftar

Pencapaian Ismi menembus tingkat nasional diraih melalui perjuangan yang panjang dan ketat. Ia harus melewati rangkaian proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga seleksi ketat di tingkat pusat.

Dari total 119.441 pendaftar yang mengikuti seleksi di seluruh Indonesia, hanya 76 putra-putri terbaik dari 38 provinsi yang berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026.

“Tentunya, kami juga butuh proses panjang, mulai dari tingkat seleksi kabupaten, provinsi, dan akhirnya sampai tingkat pusat,” ungkap Ismi.

Meski telah menjalani pemusatan latihan dengan sungguh-sungguh, Ismi mengaku sempat merasa gugup saat harus tampil pada acara puncak di Istana Merdeka. Namun, perasaan tegang itu perlahan berganti menjadi rasa lega dan syukur setelah ia berhasil menyelesaikan tugasnya tanpa kendala.

“Tentunya saya terharu karena sudah menuntaskan tugas negara,” tuturnya.

Keberhasilan Ismi tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan daerah asalnya, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengukir prestasi di level nasional. Ismi pun menyelipkan pesan semangat bagi sesama pelajar agar tetap gigih memperjuangkan mimpi.

“Tentunya, teman-teman Sekolah Rakyat jangan pernah putus asa, jangan mudah menyerah, karena semua pasti ada jalannya,” pungkas Ismi.

(ASumber : kompas.com)