Nasional

Petani, Buruh dan Petugas Kebersihan Dibayangi Ancaman Hantavirus

6
×

Petani, Buruh dan Petugas Kebersihan Dibayangi Ancaman Hantavirus

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, saat ditemui beberapa waktu lalu. (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)

KARANGASEM — Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Karangasem mengimbau sejumlah kelompok masyarakat yang berisiko tinggi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus.

Antisipasi dini ini dinilai krusial meski hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hantavirus di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan bahwa pekerja di sektor tertentu seperti petani, buruh gudang, dan petugas kebersihan menjadi kelompok yang paling rentan terpapar.

Profesi tersebut dinilai kerap bersentuhan dengan lingkungan yang terkontaminasi kotoran tikus.

“Lingkungan yang lama tertutup dan terdapat kotoran tikus menjadi salah satu faktor risiko utama. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan dengan populasi tikus tinggi juga perlu lebih waspada,” ujar Pertama, Jumat (29/5/2026).

BACA JUGA:  Samsung Terancam Lumpuh! Ribuan Pekerja Bersiap Mogok Mulai 21 Mei

Pertama menjelaskan, hantavirus menular melalui kontak langsung dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Selain kontak langsung, penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup debu yang tercemar, mengonsumsi makanan yang terpapar, atau melalui luka terbuka pada kulit.Gejala klinis yang ditimbulkan oleh virus ini cukup beragam dan berbahaya.

Mulai dari demam, mual, muntah, hingga potensi komplikasi berat pada paru-paru serta gangguan fungsi ginjal.Oleh sebab itu, Diskes Karangasem kini gencar melakukan sosialisasi sebagai bentuk kesiapsiagaan.

Langkah ini menyusul adanya laporan kasus hantavirus di luar negeri, termasuk yang terdeteksi di kapal pesiar, yang kini tengah menjadi perhatian serius Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA:  PT Xacti Indonesia Tutup, 350 Buruh Kena PHK

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke dalam rumah, serta memastikan makanan tersimpan dengan aman,” lanjutnya.

Secara khusus, Pertama menyarankan masyarakat untuk mengubah kebiasaan saat membersihkan rumah.

Untuk menghindari risiko penularan, area yang diduga menjadi sarang tikus sebaiknya dibersihkan dengan cara dipel basah, bukan disapu.

Hal ini penting untuk mencegah debu yang berpotensi mengandung virus beterbangan di udara dan terhirup.

“Dengan langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, kami yakin ancaman penyebaran hantavirus ini dapat dihindari,” pungkasnya.

 

sumber: detikbali