Daerah

Bobby Sebut Antrean BBM Dipicu Pemberhentian Sopir Tangki, Pertamina Bantah Ada PHK Massal

203
×

Bobby Sebut Antrean BBM Dipicu Pemberhentian Sopir Tangki, Pertamina Bantah Ada PHK Massal

Sebarkan artikel ini

Bobby Nasution Says Fuel Queues Were Caused by Tanker Driver Dismissals, Pertamina Denies Mass Layoffs

Suasana di SPBU Jalan Gatot Subroto Kota Medan, antrean pertalite masih normal -KOMPAS.com

MEDAN, SUMATRA UTARA – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayahnya bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan terganggunya distribusi akibat pemberhentian massal pengemudi mobil tangki pengangkut BBM.

Menurut Bobby, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Pertamina, stok BBM di wilayah tersebut dalam kondisi mencukupi. Namun, distribusi dari terminal BBM menuju SPBU mengalami hambatan karena banyak truk pengangkut tidak dapat beroperasi akibat kekurangan pengemudi.

“Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” ujar Bobby saat ditemui di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA:  Serikat Buruh Desak Pajak Pencairan JHT Dihapus: Jangan Ambil Untung dari Uang Pekerja

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat proses pengiriman BBM ke sejumlah SPBU tidak berjalan optimal sehingga memicu antrean kendaraan di berbagai daerah.

“Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Bobby, terus berupaya mempercepat normalisasi distribusi agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal maupun aksi mogok pengemudi mobil tangki sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

BACA JUGA:  Rumah Singgah Buruh di Kompleks Museum Marsinah Nganjuk Dibuka Seminggu Setelah Peresmian

Menurut Sunardi, perusahaan hanya melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap sejumlah pengemudi yang dinilai tidak memenuhi standar kinerja maupun persyaratan operasional. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas layanan distribusi BBM.

“Mungkin berkembang di dunia media sosial, ya, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki,” ujar Sunardi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Pertamina memastikan operasional distribusi BBM tetap berjalan dan terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Utara. Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait pasokan maupun distribusi BBM.

BACA JUGA:  Kemenaker Telusuri Isu PHK Karyawan TikTok dan Tokopedia

Perbedaan penjelasan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pertamina terletak pada penyebab terganggunya distribusi BBM. Bobby menyebut adanya pemberhentian massal pengemudi sebagai faktor utama, sementara Pertamina menegaskan tidak ada PHK massal maupun aksi mogok, melainkan hanya evaluasi dan penyesuaian terhadap sebagian pengemudi sesuai ketentuan perusahaan. Meski demikian, kedua pihak sepakat bahwa stok BBM di Sumatera Utara dalam kondisi aman dan fokus utama saat ini adalah mempercepat kelancaran distribusi ke seluruh SPBU. (Sumber : Kompas.com)