Daerah

Musim Panen Tiba, Petani Jatiluwih Krisis Buruh ‘Manyi’ Panen Padi

76
×

Musim Panen Tiba, Petani Jatiluwih Krisis Buruh ‘Manyi’ Panen Padi

Sebarkan artikel ini

Harvest Season Arrives, Jatiluwih Farmers Labor Crisis 'Manyi Harvest Rice

Manyi panen padi di bali yg banyak di minati wisatawan

TABANAN – Petani di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, mulai menghadapi persoalan klasik di tengah musim panen padi. Salah satu kendala utama yang kembali muncul adalah krisis tenaga buruh panen atau manyi tradisional.

Masalah ini bukan hal baru bagi petani di kawasan subak Jatiluwih. Kesulitan mencari tenaga pemotong padi disebut sudah menjadi siklus tahunan yang hampir selalu terjadi setiap kali musim panen tiba.

Minimnya generasi muda yang mau menekuni sektor pertanian menjadi salah satu penyebab utama sulitnya mendapatkan buruh panen. Sementara itu, para tenaga panen yang masih bertahan di Desa Jatiluwih rata-rata sudah berusia lanjut.

Petani asal Banjar Gunung Sari, Desa Jatiluwih, I Wayan Semarajaya (52), mengaku kesulitan mencari buruh panen untuk sawah padi beras merah miliknya. Menurut dia, kondisi tersebut semakin terasa ketika musim panen terjadi secara bersamaan di sejumlah subak.

BACA JUGA:  Rapat Kerja Unit PUK SP LEM SPSI PT Komatsu Indonesia Perkuat Sinergi Menuju Kesejahteraan Bersama

“Kalau sudah memasuki musim panen, pasti petani di desa kesulitan mencari tenaga panen padi. Terlebih lagi jika panen padi terjadi dalam waktu yang bersamaan antar-subak,” ujarnya saat ditemui, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kondisi ini memaksa petani mencari jalan keluar dengan mendatangkan buruh panen dari luar wilayah. Langkah itu dilakukan agar proses panen tetap berjalan dan padi tidak terlalu lama dibiarkan di sawah.

“Kami terpaksa harus mendatangkan tukang panen atau buruh panen dari luar wilayah,” ungkap Semarajaya.

Menurut petani, keterbatasan tenaga panen tidak hanya berdampak pada keterlambatan proses panen, tetapi juga berpotensi menambah biaya produksi. Sebab, mendatangkan buruh dari luar daerah membutuhkan ongkos lebih besar dibanding menggunakan tenaga panen lokal.

BACA JUGA:  PT Molex Ayus Laporkan Dugaan Perusakan Gerbang Pabrik saat Aksi Buruh ke Polresta Tangerang

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani di Desa Jatiluwih, terutama di tengah upaya mempertahankan produktivitas pertanian di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra padi sekaligus destinasi wisata sawah terasering di Bali.

Petani berharap ada perhatian lebih terhadap regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian, agar persoalan kekurangan buruh panen tidak terus berulang setiap musim panen tiba. @kg_krd