Nasional

Pelatihan Kader Pos UKK di Terminal Tanjung Priok Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja

92
×

Pelatihan Kader Pos UKK di Terminal Tanjung Priok Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja

Sebarkan artikel ini

UKK Cadre Training at Tanjung Priok Terminal Promotes Better Health Protection for Workers

KESEHATAN KERJA - Upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan kesehatan bagi pekerja di lingkungan terminal di Terminal Bus Tanjung Priok

JAKARTA — Upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan kesehatan pekerja di lingkungan terminal terus dilakukan melalui pelatihan kader Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut digelar oleh tim kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bersama Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Pelatihan ditujukan untuk membekali para kader agar mampu mengenali sekaligus mencegah berbagai risiko kesehatan yang muncul di lingkungan kerja.

Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi, mengatakan pembentukan Pos UKK menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan pekerja, baik di lingkungan terminal maupun perusahaan otobus (PO).

Menurutnya, aktivitas di terminal memiliki berbagai potensi risiko kesehatan sehingga perlu dikenali dan dicegah sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para pekerja di terminal maupun PO bus semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja,” kata Sandi, Kamis (20/8/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Materi pembentukan Pos UKK disampaikan Jumiati dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.

BACA JUGA:  Buruh Banten Datangi Gedung DPRD

Sementara itu, Mutnia memberikan materi mengenai pengenalan potensi bahaya dan risiko kesehatan kerja di lingkungan terminal.

Materi mengenai pengendalian risiko bahaya kerja disampaikan Dr. Made Prativi Mahendra Svandevi dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka juga aktif menyampaikan pertanyaan terkait penyakit menular dan tidak menular serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan dari aktivitas pekerjaan di lingkungan terminal.

Sandi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu membangun kepedulian pekerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja secara berkelanjutan.

“Harapannya, kader yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi penggerak untuk mengingatkan dan mengedukasi pekerja lainnya agar lebih peduli terhadap kesehatan serta mampu mengantisipasi risiko yang ada di tempat kerja,” ujarnya.

Dengan keberadaan kader Pos UKK, pekerja diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk menerapkan perilaku kerja yang sehat dan aman, sekaligus mampu melakukan pencegahan terhadap berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul selama menjalankan aktivitas di terminal.

BACA JUGA:  Ford Matangkan Rencana Produksi Lokal di Indonesia, Target Perakitan Kendaraan Dimulai 2028

(Sumber : TribunNews.com)