Daerah

Lima Tahun Terbaring karena Stroke, Nitam Bertahan Hidup Bersama Istri yang Jadi Buruh Tebang Tebu

85
×

Lima Tahun Terbaring karena Stroke, Nitam Bertahan Hidup Bersama Istri yang Jadi Buruh Tebang Tebu

Sebarkan artikel ini

Five Years Bedridden by a Stroke, Nitam Struggles to Survive with His Wife Working as a Sugarcane Cutter

Misnipah dan suaminya, Nitam- radar jember

JEMBER – Derit kayu dan bambu yang menjadi dinding rumah sederhana di pinggir jalan Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, menjadi saksi perjuangan pasangan Nitam (70) dan Misnipah (56) menjalani kehidupan dalam keterbatasan.

Selama lima tahun terakhir, Nitam tidak lagi mampu beraktivitas seperti sebelumnya setelah terserang stroke. Kondisi tersebut membuat pria berusia 70 tahun itu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam kondisi tersebut, Misnipah mengambil alih peran sebagai pencari nafkah keluarga. Setiap pagi, perempuan berusia 56 tahun itu berangkat ke ladang untuk bekerja sebagai buruh penebang tebu.

Pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik tersebut tetap dijalaninya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski usia tidak lagi muda.

“Ya kurang sebenarnya, cuma satu orang yang kerja, tapi yang makan banyak,” ujar Misnipah, menceritakan beratnya perjuangan menopang kebutuhan keluarga.

Selain merawat suaminya, Misnipah juga harus mendampingi anak keduanya yang merupakan penyandang disabilitas. Dari empat anak yang dimiliki, tiga di antaranya telah berkeluarga dan hidup mandiri. Kendati demikian, mereka sesekali masih datang untuk menjenguk kedua orang tuanya.

BACA JUGA:  PHK Massal PT SGS Dipertanyakan, Serikat Buruh Sebut Produksi Tetap Normal dan Perusahaan Masih Rekrut Karyawan Baru

Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga Nitam mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember. Pada Rabu (5/8), Bupati Jember Muhammad Fawait bersama rombongan mendatangi kediaman Nitam di Desa Yosorati.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari peninjauan pelaksanaan program Homecare Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui program tersebut, Nitam ditetapkan sebagai salah satu warga yang akan memperoleh pelayanan kesehatan secara berkala.

Tim medis dari Puskesmas Sumberbaru nantinya akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke rumah Nitam. Petugas juga akan memastikan kebutuhan obat-obatan yang diperlukan tetap tersedia.

Tidak hanya mendapatkan perhatian dari sisi kesehatan, keluarga tersebut juga menerima bantuan berupa paket sembako dan sejumlah perabotan rumah tangga.

BACA JUGA:  Upah Dipangkas Hampir Setengah, Pekerja Pertamina ITB Balongan Gelar Aksi Tuntut Keadilan

Rumah sederhana yang kondisinya mulai mengalami kerusakan juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember dan masuk dalam daftar untuk mendapatkan perbaikan.

Bagi Misnipah, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan berupa kebutuhan pokok. Perhatian pemerintah menjadi bentuk pengakuan terhadap perjuangannya selama bertahun-tahun merawat suami sekaligus mencari nafkah untuk keluarganya.

Beban yang selama ini dipikul seorang diri terasa sedikit lebih ringan setelah mendapat perhatian dan bantuan.

Dengan mata berkaca-kaca, Misnipah berulang kali menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember dan rombongan sebelum mereka meninggalkan rumahnya.

“Terima kasih sudah didatangi Bapak Bupati, ngasih bantuan, untuk bapak juga,” kata Misnipah lirih.

Kisah Nitam dan Misnipah menjadi gambaran bahwa di balik rumah-rumah sederhana di pelosok Jember, masih ada keluarga yang terus berjuang mempertahankan kehidupan dengan keteguhan dan kesetiaan, meski diterpa keterbatasan.

BACA JUGA:  Siswi Sekolah Rakyat Jadi Calon Paskibraka Nasional, Ismi Ulfaida Siap Kibarkan Merah Putih di Istana

(Sumber : jawapos.com)