Daerah

Gubernur Jateng Jamin Keamanan Investasi, Resmikan Pabrik Baru PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal

93
×

Gubernur Jateng Jamin Keamanan Investasi, Resmikan Pabrik Baru PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal

Sebarkan artikel ini

Central Java Governor Guarantees Investment Security, Inaugurates PT DKV Printing Indonesia's New Factory in Kendal KEK

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat memberi sambutan. KOMPAS.COM

KENDAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan dan kepastian berusaha bagi seluruh investor yang menanamkan modal di Jawa Tengah. Komitmen tersebut disampaikan saat meresmikan pabrik baru PT DKV Printing Indonesia di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Selasa (21/7/2026).

Menurut Luthfi, investasi merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang aman, kondusif, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Saya menjamin investasi yang masuk ke Jawa Tengah akan aman dan sukses, baik bagi pengusaha dari China maupun negara lainnya. Selama saya memimpin Jawa Tengah, saya menjamin keamanan dan kelancaran berusaha bagi seluruh investor yang menanamkan modalnya di wilayah ini,” ujar Luthfi.

Ia mengungkapkan, realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan III 2026 telah mencapai Rp23,5 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja hampir 22.000 orang. Capaian tersebut menunjukkan tingginya daya saing Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi nasional.

BACA JUGA:  Antrean Pertalite Masih Ramai, Demi Tepat Waktu, Pekerja di Karanganyar Rela Kurangi Beli Kopi

Luthfi menjelaskan, investor terbesar yang menanamkan modal di Jawa Tengah masih berasal dari Singapura, disusul Hong Kong, China, Korea Selatan, serta sejumlah negara lainnya. Sementara itu, sepanjang tahun 2025, total realisasi investasi di provinsi tersebut berhasil menembus Rp110 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah.

Selain mempertahankan investasi yang telah ada, Pemprov Jawa Tengah juga terus membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai negara. Menurut Luthfi, sejumlah delegasi pengusaha asal China telah melakukan kunjungan untuk menjajaki peluang investasi, sementara delegasi dari Rusia dijadwalkan bertemu dengan pemerintah provinsi guna membahas potensi kolaborasi di berbagai sektor.

Di sisi lain, kehadiran pabrik baru PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri global.

BACA JUGA:  Tiga Dekade Hubungkan Batam, BBT Perkuat Infrastruktur Digital dan Sinergi Industri

Wakil Presiden sekaligus Direktur Eksekutif BSN Group, Miao Renxiao, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan manufaktur di Asia Tenggara sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan internasional.

Pembangunan pabrik di KEK Kendal merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan manufaktur di Asia Tenggara sekaligus memperkuat layanan bagi pasar global,” ujar Miao.

Saat beroperasi secara penuh, pabrik tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal. Selain itu, fasilitas produksi ini akan memasok kebutuhan kemasan bagi lebih dari 400 merek global, di antaranya Adidas, Nike, Crocs, Vans, Tommy Hilfiger, Lacoste, Skechers, hingga Under Armour.

Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyambut positif bergabungnya PT DKV Printing Indonesia di KEK Kendal. Menurutnya, kehadiran perusahaan tersebut semakin memperkuat posisi KEK Kendal sebagai salah satu pusat manufaktur strategis yang terintegrasi dalam rantai pasok global.

BACA JUGA:  Resmi Beroperasi di Bogor, Mazda Mulai Rakit Mobil Sendiri Lewat Investasi Rp400 Miliar Lebih

Dengan masuknya investasi baru ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin terdorong, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar internasional. (Sumber : kompas.com)