Nasional

Tokopedia Bantah Lakukan PHK Massal, Sebut Sedang Lakukan Penataan Tenaga Kerja

70
×

Tokopedia Bantah Lakukan PHK Massal, Sebut Sedang Lakukan Penataan Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Tokopedia Denies Mass Layoffs, Says It Is Undertaking Workforce Restructuring

Tokopedia memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan seperti kabar beredar - CNN Indonesia

JAKARTA – Tokopedia memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya, sebagaimana kabar yang belakangan beredar di publik. Manajemen menegaskan bahwa yang tengah dilakukan saat ini adalah penataan tenaga kerja dan mobilitas internal di lingkungan TikTok-Tokopedia Group.

Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan tidak ada kebijakan PHK di dalam grup perusahaan tersebut. Menurutnya, perusahaan saat ini fokus melakukan penyesuaian organisasi guna memperkuat operasional bisnis.

“Yang pertama adalah tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group,” ujar Stephanie saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

BACA JUGA:  Ancaman PHK Massal Hantui Sektor Tambang Kutai Timur, 10.000 Pekerja Berpotensi Terdampak

Stephanie menjelaskan, dalam program penataan tersebut terdapat sejumlah karyawan yang memilih untuk mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di tempat lain. Sebagian lainnya juga dialihkan ke unit bisnis lain yang masih berada di bawah grup TikTok-Tokopedia.

“Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia. Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia,” katanya.

Isu PHK massal mencuat setelah TikTok, yang kini menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia, melakukan proses integrasi bisnis pasca-akuisisi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa efisiensi dilakukan terhadap hingga 90 persen karyawan.

BACA JUGA:  Desakan Reformasi Fiskal Menguat, Buruh Soroti Pajak atas Pencairan JHT

Menanggapi kabar tersebut, Direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Simon Tak Leung Ho, menyatakan pihaknya menghormati setiap keputusan yang diambil manajemen PT Tokopedia terkait penyesuaian organisasi.

“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99 persen di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ujar Simon, Minggu (5/7).

Ia juga menegaskan bahwa perseroan tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap aspek non-keuangan akibat isu yang beredar tersebut.

“Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, juru bicara TikTok menyatakan bahwa perusahaan sedang melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan, guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Kapolri Hadirkan Kartu Prioritas Kesehatan untuk Buruh

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata juru bicara TikTok.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas spekulasi mengenai adanya gelombang PHK besar-besaran di Tokopedia setelah proses integrasi dengan TikTok Shop. (Sumber : CNN Indonesia)