Siswi Anak Buruh Dipercaya Jadi Pembawa Baki Paskibraka HUT ke-81 RI di Belitung - lemspsi.com
Daerah

Siswi Anak Buruh Dipercaya Jadi Pembawa Baki Paskibraka HUT ke-81 RI di Belitung

96

Daughter of a Daily Wage Worker Chosen as Flag Bearer for Indonesia’s 81st Independence Day Ceremony in Belitung

Jeevika Elvaretta, pembawa baki pagi saat mengambil Bendera Merah Putih. (Foto Prokopim Setda Belitung)

BELITUNG — Jeevika Elvaretta, siswi SMA Keluarga Universal Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan, Senin (17/8/2026).

Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Jeevika. Terlebih, siswi kelas XI itu sebelumnya belum pernah menjadi anggota Paskibraka.

Jeevika merupakan anak kedua sekaligus anak bungsu dari pasangan Andi dan Ivonny Susan. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Untuk menjalankan tugas tersebut, Jeevika menjalani pendidikan dan latihan Paskibraka selama kurang lebih 12 hari. Latihan tersebut menjadi bekal penting sebelum dirinya dipercaya menjalankan salah satu tugas penting dalam upacara kemerdekaan.

“Perasaannya senang dan bangga karena bisa menjalankan tugas sebagai pembawa baki dengan baik,” kata Jeevika setelah menyelesaikan tugasnya.

Meski demikian, Jeevika mengaku sempat merasa gugup ketika menjalankan tugas, terutama saat harus menaiki podium. Rasa tegang bahkan sempat membuat napasnya terasa berat.

Namun, ia berusaha mengendalikan rasa gugup dengan tetap percaya diri dan fokus hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

Jeevika yang tinggal di Air Klubi, Belitung, mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berharga dalam hidupnya. Kepercayaan yang diberikan kepadanya juga membuat dirinya semakin percaya diri.

Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Jeevika telah memiliki cita-cita untuk menjadi psikolog.

“Saya ingin menjadi psikolog karena saya terinspirasi dari beberapa orang,” ujarnya.

Sang Ibu Ikut Tegang

Kebanggaan juga dirasakan Ivonny Susan ketika melihat putrinya menjalankan tugas sebagai pembawa baki. Sebagai orang tua, ia mengaku ikut tegang saat menyaksikan Jeevika dari kursi penonton.

Perasaan tersebut semakin kuat ketika Jeevika harus menaiki dan menuruni tangga podium sambil menjalankan tugasnya.

“Saya bangga sekali melihat anak saya bisa menjalankan tugas sebagai pembawa baki pada upacara pagi ini. Sebagai orang tua tentu rasanya deg-degan sekali,” kata Ivonny.

Menurut Ivonny, kesempatan yang diperoleh putrinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi Jeevika untuk terus belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengejar cita-citanya.

Kisah Jeevika menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh kesempatan, kepercayaan, dan berprestasi.

Dari keluarga sederhana, Jeevika mendapat kesempatan untuk berdiri di podium upacara kemerdekaan dan menjalankan tugas penting sebagai pembawa baki. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi perjalanan Jeevika dalam meraih cita-citanya di masa depan.

(Sumber : rri.co.id)

Exit mobile version