Daerah

Siap Diresmikan Presiden Prabowo, Pabrik Baterai EV Raksasa CATIB di Karawang Beroperasi Bulan Ini

99
×

Siap Diresmikan Presiden Prabowo, Pabrik Baterai EV Raksasa CATIB di Karawang Beroperasi Bulan Ini

Sebarkan artikel ini

Ready for Inauguration by President Prabowo, CATIB's Giant EV Battery Factory in Karawang Begins Operations This Month

Foto JAC Motors menghadirkan UrbanMover N90 EV. (CNBC Indonesia)

KARAWANG — Indonesia kembali memperkuat posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) global. Pabrik baterai kendaraan listrik berskala besar milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, dinyatakan telah selesai dibangun dan siap beroperasi penuh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas pabrik telah rampung. Saat ini, peresmian fasilitas tersebut hanya tinggal menunggu kepastian jadwal dari Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi. Kalau teman-teman mau lihat, silakan,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM.

Kehadiran pabrik PT CATIB ini menjadi fasilitas manufaktur baterai EV berskala besar kedua di Indonesia, menyusul pabrik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power—juga berlokasi di Karawang—yang telah diresmikan pada Juli 2024 lalu.

Bahlil menegaskan, keberadaan kedua pabrik ini merupakan bukti nyata keberhasilan program hilirisasi industri yang dirancang secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi, dan satu lagi CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Inilah hilirisasi di mana ekosistem baterainya kita bangun secara utuh di tanah air,” tegasnya.

Bagian dari Ekosistem Baterai Terintegrasi senilai US$5,9 Miliar

BACA JUGA:  Sertifikat Bukan Akhir, Hendi Priyono Tekankan Pentingnya Manfaat dan Tanggung Jawab Instruktur

PT CATIB merupakan perusahaan patungan (Joint Venture) antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan porsi kepemilikan 30%, dan CBL (anak usaha raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited/CATL) sebesar 70%.

Pembangunan fisik pabrik di kawasan Artha Industrial Hill (AIH) & Karawang New Industry City (KNIC) ini terbilang cepat. Dimulai sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Prabowo pada 29 Juni 2025, pabrik ini rampung hanya dalam waktu 13 bulan.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan bahwa pada tahap pertama (Fase 1), pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 Giga Watt hour (GWh) per tahun. Ke depan, kapasitas tersebut akan diekspansi pada Fase 2 menjadi total 15 GWh per tahun.

“Jika dikonversi ke kendaraan listrik, kapasitas 15 GWh itu setara dengan kebutuhan kurang lebih 250 ribu unit EV,” kata Aditya.

Ia menambahkan, pabrik ini tidak akan mengalami kesulitan penyerapan pasar karena skema produksinya telah berbasis komitmen pembeli (offtaker). Bahkan saat ini, uji coba produksi (trial production) sudah berjalan di fasilitas tersebut.

BACA JUGA:  Idrus Dorong Penguatan Organisasi SP LEM SPSI Gresik, Tekankan Pentingnya Database Anggota dan Diklat PUK

Rantai Nilai dari Hulu ke Hilir

Pabrik CATIB di Karawang berada di posisi paling hilir (JV 5) dalam megaproyek ekosistem baterai EV terintegrasi bernilai total US$5,9 miliar. Proyek yang digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara ini mencakup enam rantai usaha patungan:

  1. JV 1 (Pertambangan): PT Sumberdaya Arindo (SDA) di Maluku Utara (Antam 51%, CBL 49%) dengan total produksi 13,8 juta wet metric ton (wmt) nikel. Beroperasi sejak 2023.
  2. JV 2 (Smelter RKEF): PT Feni Haltim (Antam 40%, CBL 60%) berkapasitas 88 ribu ton refined nickel alloy/tahun. Target beroperasi 2027.
  3. JV 3 (Smelter HPAL): PT Nickel Cobalt Halmahera (Antam 30%, CBL 70%) berkapasitas 55 ribu ton MHP/tahun. Target beroperasi 2028.
  4. JV 4 (Material Baterai): Pabrik katoda dan prekursor di Halmahera Timur (IBC 30%, CBL 70%) berkapasitas 30 ribu ton Li-hydroxide. Target beroperasi 2028.
  5. JV 5 (Sel Baterai): PT CATIB di Karawang (IBC 30%, CBL 70%) berkapasitas total 15 GWh/tahun. Fase 1 beroperasi 2026, Fase 2 pada 2028.
  6. JV 6 (Daur Ulang Baterai): Fasilitas daur ulang di Halmahera Timur (IBC 40%, CBL 60%) berkapasitas 20 ribu ton logam/tahun. Target beroperasi 2031.
BACA JUGA:  Total 27 Pekerja Daycare Little Aresha Jadi Tersangka, Tiga Orang Masih Berstatus Saksi

(Sumber : CBNC indonesia)