Daerah

Ratusan Pekerja Pabrik Kemasan di Purwakarta Terancam Kehilangan Pekerjaan Pasca Kebakaran

92
×

Ratusan Pekerja Pabrik Kemasan di Purwakarta Terancam Kehilangan Pekerjaan Pasca Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Hundreds of Packaging Factory Workers in Purwakarta Face Job Losses After Fire

ILUSTRASI- Pabrik Pasca Kebakaran

PURWAKARTA — Ratusan pekerja pabrik kemasan di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, terancam kehilangan pekerjaan setelah fasilitas produksi perusahaan tersebut mengalami kebakaran hebat pada Senin hingga Selasa, 17–18 Agustus 2026.

Kebakaran menghanguskan bagian utama atau jantung pabrik sehingga aktivitas produksi untuk sementara waktu terhenti. Kondisi tersebut membuat sekitar 400 pekerja harus dirumahkan sambil menunggu proses pemulihan dan keputusan lebih lanjut dari pihak perusahaan.

Camat Bungursari Wita Gusrianita mengatakan pemerintah daerah mendorong perusahaan agar segera melakukan perbaikan sehingga kegiatan produksi dapat kembali berjalan dan para pekerja bisa kembali bekerja.

“Yang terbakar itu jantungnya pabrik. Jadi, kalau tidak ada produksi, pabriknya tidak berjalan. Makanya akan secepatnya melakukan pemulihan. Kalau memang sudah stabil, karyawan bisa bekerja seperti biasa,” kata Wita, Rabu (19/8/2026).

Meski aktivitas produksi terhenti, sebagian pekerja tetap datang ke lokasi pabrik. Mereka membantu membersihkan sampah, puing-puing bangunan, serta material sisa kebakaran.

BACA JUGA:  Serikat Buruh Perkebunan Bentuk Satgas Cegah Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Wita memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pekerja. Menurutnya, pekerja hanya dirumahkan sementara hingga kondisi pabrik memungkinkan untuk kembali beroperasi.

“Intinya, pihak perusahaan menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap karyawan, dan karyawan dipastikan tidak ada yang diberhentikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang sebelumnya menemui para pekerja di lokasi pabrik. Pemerintah daerah berharap perusahaan dapat segera memulihkan fasilitas yang rusak sehingga mata pencaharian ratusan pekerja tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Juddy Herdiana menduga kebakaran pabrik dipicu api yang berasal dari kebakaran lahan ilalang di belakang area pabrik.

BACA JUGA:  Upah Rp2,5 Juta Tanpa BPJS, Pekerja Harian di JATIM Disebut Makin Tertekan

Api dari lahan tersebut diduga tidak berhasil dipadamkan oleh pihak internal perusahaan. Kobaran api kemudian merembet hingga membakar tumpukan limbah plastik yang berada di area terbuka.

Kondisi tersebut membuat api semakin membesar dan akhirnya merambat ke bagian utama fasilitas pabrik.

Pemerintah daerah kini mendorong percepatan pemulihan agar kegiatan produksi dapat kembali berlangsung. Nasib sekitar 400 pekerja pun sangat bergantung pada seberapa cepat perusahaan memperbaiki fasilitas produksi yang terdampak kebakaran.

Untuk sementara, para pekerja masih menunggu kepastian mengenai waktu dimulainya kembali aktivitas produksi, dengan jaminan dari pemerintah daerah dan perusahaan bahwa belum ada keputusan PHK.

(Sumber : pikiran-rakyat.com)