SERANG – Perjuangan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP LEM SPSI) PT Fastrata Buana dalam menuntut pembayaran upah lembur dan pemenuhan hak normatif pekerja mendapat dukungan solidaritas dari berbagai elemen serikat pekerja di Provinsi Banten.
Dukungan tersebut terlihat dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor PT Fastrata Buana Serang, Rabu (2/9/2026). Aksi turut didampingi DPC FSP LEM SPSI Kota Serang, DPC KSPSI Kota Serang, Aliansi SP/SB Kota Serang, Tim Advokasi yang merupakan jajaran pengurus DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, serta sejumlah elemen serikat pekerja lainnya.
Solidaritas juga datang dari sesama anggota KSPSI di wilayah Serang, termasuk PUK SP TSK KSPSI PT Nikomas Serang. Dukungan bahkan turut mengalir dari jaringan serikat pekerja hingga wilayah Kabupaten Tangerang.
Dewa: Bukti Nyata Hasil Kaderisasi Organisasi
Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten, H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn., menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan PUK SP LEM SPSI PT Fastrata Buana bersama struktur organisasi di tingkat Kota Serang.
Menurut Dewa, perjuangan tersebut merupakan bagian dari fungsi utama serikat pekerja dalam memperjuangkan kepentingan dan hak anggota. Persoalan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membuktikan hasil kaderisasi yang selama ini dilakukan organisasi.
“Saya sangat mendukung perjuangan yang dilakukan oleh PUK SP LEM SPSI PT Fastrata Buana. Sebagai Ketua DPD, saya sangat percaya bahwa struktural FSP LEM SPSI di tingkat Kota Serang bersama pengurus PUK dapat menangani persoalan ini dengan baik,” ujar Dewa.
Ia menilai kepercayaan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Para pengurus dan kader organisasi telah mendapatkan pembekalan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, termasuk pendidikan dan pelatihan Tim Advokasi.
Bekal tersebut, kata Dewa, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan fungsi organisasi sekaligus menangani berbagai persoalan hubungan industrial yang dihadapi anggota.
“Yang diperjuangkan saat ini adalah praktik nyata. Ini adalah bagian dari kaderisasi. Kita ingin apa yang sudah diberikan dalam pendidikan dan pelatihan benar-benar dapat diterapkan di lapangan, sehingga fungsi dan peran masing-masing struktur organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Dewa menambahkan, keberadaan Tim Advokasi dan struktur organisasi di tingkat bawah harus menjadi kekuatan dalam memberikan pendampingan kepada anggota ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Menurutnya, organisasi serikat pekerja tidak cukup hanya memiliki struktur yang kuat. Organisasi juga harus memiliki kader yang mampu bekerja, memahami persoalan hubungan industrial, melakukan advokasi, serta menjalankan fungsi organisasi secara nyata.
“Ini bukan hanya tentang satu persoalan di satu perusahaan. Ini tentang bagaimana kader organisasi mampu menjalankan tupoksinya. Ketika PUK menghadapi persoalan, struktur di atasnya harus hadir memberikan penguatan, pendampingan dan solusi sesuai kewenangannya,” kata Dewa.
Solidaritas Buruh Banten Menguat
Dukungan terhadap PUK SP LEM SPSI PT Fastrata Buana juga menunjukkan kuatnya solidaritas antarserikat pekerja di Banten.
Dewa mengatakan solidaritas merupakan salah satu kekuatan penting dalam perjuangan gerakan serikat pekerja. Namun, ia menekankan bahwa solidaritas harus tetap diarahkan pada upaya penyelesaian persoalan secara terukur dan sesuai mekanisme hubungan industrial.
“Kami tentu berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan perundingan. Tetapi organisasi juga harus siap apabila diperlukan langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PUK SP LEM SPSI PT Fastrata Buana, M. Ridwan, menegaskan pihaknya masih membuka ruang dialog dengan manajemen perusahaan untuk menyelesaikan tuntutan pekerja, khususnya terkait pembayaran upah lembur dan pemenuhan hak normatif.
“Kami tetap mengedepankan komunikasi dan perundingan. Tetapi kalau tuntutan kami tetap diabaikan dan tidak ada penyelesaian, kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi kembali dengan dukungan massa solidaritas yang lebih besar,” tegas Ridwan.
Perjuangan PUK SP LEM SPSI PT Fastrata Buana diharapkan dapat segera menemukan titik penyelesaian sehingga persoalan tidak berlarut-larut.
Penyelesaian melalui dialog dan mekanisme hubungan industrial dinilai penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pekerja dan perusahaan, sekaligus memastikan hak-hak normatif pekerja tetap terpenuhi.
@dsk











