Daerah

Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Putus Saat Bupati Melintas, KSAD Minta Maaf

76
×

Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Putus Saat Bupati Melintas, KSAD Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

Pongpet Suspension Bridge in Pangandaran Collapses as Regent Crosses, Army Chief Apologizes

Tangkapan layar-Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Putus Saat Bupati Melintas

PANGANDARAN — Jembatan gantung di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang putus saat dilintasi Bupati Pangandaran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ditutup sementara untuk menjalani perbaikan dan evaluasi teknis.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf atas insiden ambruknya jembatan tersebut. Maruli yang ditunjuk sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Saya selaku dan kepala Satgas Jembatan ini yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi dan bersama anggota mohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” ujar Maruli.

Menurut Maruli, penyebab pasti ambruknya jembatan masih dalam proses investigasi. Namun, berdasarkan pengamatan awal, jembatan diduga mengalami kelebihan beban atau overload ketika digunakan untuk melintas secara bersamaan.

“Jadi kami sudah sekarang investigasi, tapi dari sejak awal kalau kita lihat videonya memang itu sudah overload,” katanya.

Maruli menjelaskan, jembatan perintis tersebut sebelumnya telah mengalami peningkatan kapasitas. Bahkan, sejumlah bagian konstruksi, termasuk tali seling, disebut telah diperkuat.

“Sebetulnya jembatan perintis kita itu sudah dikualifikasinya sudah di-upgrade. Jadi kalau perhatikan tali selingnya itu mungkin kita naikin sampai 20-30 persen kekuatannya,” jelasnya.

Jembatan gantung tersebut sebelumnya dilaporkan patah secara tiba-tiba setelah diresmikan oleh Bupati Pangandaran. Insiden itu menyebabkan puluhan warga yang berada di atas jembatan, termasuk bupati yang sedang melintas, mengalami luka-luka.

BACA JUGA:  Rencana PHK 1.000 Buruh di PT SGS Jombang Picu Kekhawatiran

Pasca kejadian, Kodim 0625 Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran melakukan perbaikan serta evaluasi teknis.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi struktur jembatan kembali aman dan memenuhi kelayakan sebelum dibuka dan digunakan masyarakat.

Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab jembatan tersebut tidak mampu menahan beban saat kejadian.

Untuk sementara, jembatan ditutup demi keselamatan warga hingga proses perbaikan dan evaluasi teknis dinyatakan selesai.

(Sumber : kompastv)