Ekonomi

Kepercayaan Investor Makin Kuat, Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun

37
×

Kepercayaan Investor Makin Kuat, Investasi Batam Capai Rp38,97 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad

BATAM – Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat transformasi layanan investasi guna menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, kompetitif, dan memberikan kepastian bagi investor.

Transformasi tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan kepastian regulasi, percepatan pelayanan, hingga penataan dan pengembangan kawasan untuk mendukung pertumbuhan aktivitas investasi di Batam.

Upaya tersebut turut tercermin dari kinerja investasi Batam yang menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Semester I 2026 tercatat sebesar Rp29,89 triliun dari target Rp70 triliun. Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.

Sementara itu, dengan menggunakan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun, atau sekitar 55,67 persen dari target Rp70 triliun.

BACA JUGA:  Imbas Penurunan Kinerja, PT GNI Siapkan PHK Terhadap 1.900 Karyawan

Capaian tersebut semakin mempertegas posisi Batam sebagai salah satu kawasan investasi strategis di Indonesia.

Kepercayaan investor juga terlihat dari negara asal investasi. Pada Triwulan II 2026, Singapura menjadi investor paling dominan di Batam, disusul Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Batam masih memiliki daya tarik kuat bagi investor dari negara-negara yang menjadi bagian penting dalam perdagangan serta rantai pasok kawasan Asia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).

BACA JUGA:  Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Menurutnya, transformasi layanan investasi juga diperkuat melalui kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Tak hanya dari sisi pelayanan, BP Batam juga terus memperkuat ekosistem industri melalui pengembangan berbagai sektor strategis, di antaranya manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif, serta industri ringan nonkimia.

Amsakar mengatakan, peningkatan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” jelas Amsakar.

BACA JUGA:  Demi Impian ke Jepang, Pemuda Asal Garut Rela Lepas Pekerjaan 8 Tahun

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa investasi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Batam.

Menurut Li Claudia, penguatan transformasi layanan investasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2026 sekaligus memperkuat daya saing kawasan di tengah persaingan investasi regional.

Dengan transformasi layanan yang terus diperkuat, ia berharap kinerja ekonomi Batam dapat semakin meningkat dan memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, serta kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (mri)