Daerah

Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 Triliun, Serap 25.502 Tenaga Kerja

86
×

Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 Triliun, Serap 25.502 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Bogor Regency Investment Surpasses IDR 13.72 Trillion, Absorbs 25,502 Workers

ILUSTRASI- Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 Triliun, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

BOGOR – Kabupaten Bogor semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Jawa Barat. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di wilayah tersebut mencapai Rp13,72 triliun dan mampu menyerap 25.502 tenaga kerja.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di posisi ketiga realisasi investasi tertinggi sekaligus menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja terbesar kedua di Jawa Barat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan tingginya realisasi investasi mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Kabupaten Bogor.

“Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha,” ujar Rudy, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin mengukur keberhasilan investasi hanya berdasarkan besarnya modal yang masuk. Dampak terhadap masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja, menjadi perhatian utama.

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Perumahan dan Kawasan Industri Jadi Penopang

Pada Triwulan II 2026 saja, realisasi investasi di Kabupaten Bogor mencapai Rp6,59 triliun yang berasal dari 3.070 perusahaan dan mencakup 8.872 proyek.

BACA JUGA:  Danantara Investasi USD2,5 Miliar di JBS, Kuasai 25 Persen JV Operasi Australia dan Selandia Baru

Investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,84 triliun.

Sektor perumahan dan kawasan industri menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp2,76 triliun. Berikutnya sektor jasa lainnya sebesar Rp1,07 triliun, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp605,52 miliar, industri makanan Rp338,47 miliar, serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp293,42 miliar.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor industri kimia dan farmasi menjadi penyumbang terbesar dengan 1.904 pekerja. Selanjutnya sektor perdagangan dan reparasi menyerap 1.753 pekerja, sedangkan industri logam, mesin dan elektronika menyerap 1.631 pekerja.

Perizinan Akan Dipermudah

Rudy meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Menurutnya, tingginya realisasi investasi harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

BACA JUGA:  1.800 Pekerja PT GNI Kena PHK dalam Setahun, Disnaker: Kondisi Keuangan Perusahaan Mulai Goyah Sejak 2025

Rudy menilai keberhasilan investasi tidak cukup dilihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut,” ujarnya.

Rudy optimistis tren positif investasi tersebut dapat terus dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata dia, akan berupaya menjaga kepercayaan dunia usaha sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(Sumber : TribunNews.com)

BACA JUGA:  Bupati Bantul Fasilitasi Penyelesaian Tunggakan Gaji 36 Eks Pekerja RSGM, Manajemen Akan Dipanggil